Suarapanturanews.com — Bagi sebagian orang, menaikkan berat badan justru terasa jauh lebih sulit dibanding menurunkannya. Sudah makan dalam porsi besar, minum susu penambah berat badan, bahkan menambah frekuensi makan, tetapi angka di timbangan tetap tidak banyak berubah. Kondisi ini sering dianggap sebagai faktor genetik, padahal dalam banyak kasus, penyebabnya bisa berasal dari ketidakseimbangan nutrisi, salah satunya kekurangan zink (zinc).
Zink merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran besar dalam berbagai proses metabolisme. Tanpa kadar zink yang cukup, tubuh tidak mampu memanfaatkan asupan makanan secara optimal.
A. Peran Zink dalam Metabolisme dan Berat Badan
Di dalam tubuh, zink berfungsi sebagai pendukung kerja lebih dari 300 enzim. Mineral ini berperan dalam proses pencernaan, pembentukan sel, produksi hormon, serta pengaturan nafsu makan. Ketika kadar zink mencukupi, tubuh mampu menyerap protein, karbohidrat, dan lemak dengan lebih efektif.
Sebaliknya, saat tubuh kekurangan zink, proses metabolisme menjadi tidak efisien. Makanan yang masuk tidak diolah secara maksimal sehingga energi dan nutrisi penting tidak sepenuhnya dimanfaatkan. Inilah yang membuat seseorang tetap kurus meski merasa sudah makan cukup banyak.
B. Gejala Kekurangan Zink yang Sering Tidak Disadari
Kekurangan zink tidak selalu menimbulkan gejala yang mencolok. Banyak orang mengalaminya tanpa sadar, dengan tanda-tanda yang sering dianggap sepele. Beberapa di antaranya adalah nafsu makan yang rendah, berat badan sulit naik, tubuh mudah lelah, serta daya tahan tubuh yang menurun.
Selain itu, rambut rontok, luka yang lama sembuh, dan sering sariawan juga bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan mineral ini. Jika kondisi tersebut berlangsung lama tanpa perbaikan, berat badan pun akan sulit bertambah.
C. Apakah Minum Zink Bisa Membantu Gendut?
Zink bukanlah suplemen penggemuk instan. Namun, ketika kebutuhan zink terpenuhi, tubuh akan bekerja lebih seimbang. Nafsu makan dapat meningkat secara alami, proses pencernaan menjadi lebih optimal, dan penyerapan nutrisi berlangsung lebih efektif.
Dengan metabolisme yang lebih baik, tubuh memiliki peluang lebih besar untuk membentuk massa otot dan menambah berat badan secara sehat. Karena itu, zink sering digunakan sebagai pendukung nutrisi bagi anak-anak yang sulit makan maupun orang dewasa yang mengalami berat badan stagnan.
D. Sumber Zink dari Makanan Sehari-hari
Kebutuhan zink sebenarnya dapat dipenuhi dari pola makan yang seimbang. Mineral ini banyak ditemukan dalam daging merah, telur, seafood, susu, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Namun, pada beberapa kondisi seperti pola makan tidak teratur atau kebutuhan nutrisi yang meningkat, asupan zink dari makanan saja bisa menjadi kurang.
Dalam situasi tersebut, suplemen zink dapat digunakan sebagai pelengkap, selama dikonsumsi sesuai aturan dan tidak berlebihan.
























