Suarapanturanews.com, Sukadiri — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukadiri kembali menggelar pengajian bulanan ke-2 di Masjid Baiturrahman, Desa Gintung. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan, melainkan bagian dari upaya strategis dalam membangun sinergi yang kokoh antara ulama dan umaroh di tengah dinamika masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukadiri Ahmad Saipul Anwar, Sekretaris Kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Sukadiri, jajaran PKK, aparatur desa, serta unsur kepemudaan seperti GP Ansor dan Majelis Wakil Cabang (MWC). Kehadiran lintas elemen ini menegaskan bahwa pengajian bukan hanya ruang spiritual, tetapi juga ruang konsolidasi sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasulan yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Sukadiri, KH. Ahmad Mahrusillah, S.Pd.I, dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, KH. Ahmad Mahrusillah menegaskan bahwa pengajian bulanan ini dirancang sebagai instrumen penguat silaturahmi dan harmonisasi antara ulama dan aparatur pemerintah. “Pengajian ini bukan hanya tentang tholabul ilmi, tetapi juga tentang membangun jembatan kebersamaan antara ulama dan umaroh. Ini adalah program kedua yang kami jalankan, setelah sebelumnya dilaksanakan di wilayah Sukadiri, dan ke depan akan terus digelar secara rutin setiap awal atau akhir bulan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sukadiri Ahmad Saipul Anwar menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada masyarakat. “Pemerintah Kecamatan Sukadiri berkomitmen untuk terus mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa konsep pelaksanaan pengajian secara bergilir di tiap desa memiliki nilai strategis. “Selain sebagai sarana tholabul ilmi, pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kedekatan emosional antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, sehingga tercipta keterhubungan yang lebih kuat dalam kehidupan sosial,” tambahnya.
Pengajian bulanan ini menjadi refleksi bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bertumpu pada aspek fisik semata, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual dan sosial. Sinergi antara ulama dan umaroh yang terbangun melalui forum seperti ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya di Kecamatan Sukadiri.
Sumber Berita: Media Center Sukadiri












