Suarapanturanews.com — Isra Miraj 1447 Hijriah menjadi salah satu peristiwa keagamaan penting yang diperingati umat Islam pada awal tahun 2026. Peristiwa ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momen spiritual yang menandai turunnya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 juga memiliki arti khusus bagi masyarakat Indonesia karena ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga dapat dimanfaatkan untuk refleksi dan ibadah.
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah Perjalanan Agung Penuh Mukjizat
Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang terjadi dalam satu malam. Secara garis besar, perjalanan ini terbagi menjadi dua tahapan utama yang saling berkaitan dan memiliki makna mendalam bagi umat Islam.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan tersebut ditempuh dengan izin Allah SWT menggunakan kendaraan khusus bernama Buraq.
Sementara itu, Miraj adalah perjalanan lanjutan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit tertinggi hingga Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Rasulullah SAW menerima perintah langsung untuk menunaikan salat lima waktu setiap hari.
Kapan Isra Miraj 1447 Hijriah 2026 Diperingati?
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal ini merujuk pada kalender Hijriah, yakni 27 Rajab 1447 H.
Berdasarkan ketetapan pemerintah melalui SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Isra Miraj ditetapkan sebagai hari libur nasional. Karena bertepatan dengan hari Jumat, peringatan ini sekaligus menciptakan long weekend pertama di tahun 2026.
Adapun secara waktu ibadah, malam Isra Miraj dimulai sejak Kamis sore, 15 Januari 2026, setelah matahari terbenam.
Makna Penting Isra Miraj bagi Umat Islam
Peristiwa Isra Miraj menyimpan banyak hikmah yang relevan hingga saat ini. Salah satu hasil terpenting dari peristiwa tersebut adalah diwajibkannya salat lima waktu sebagai fondasi ibadah umat Islam.
Selain itu, Isra Miraj juga menjadi ujian keimanan bagi umat Islam pada masa awal dakwah. Peristiwa ini terjadi di tengah masa sulit yang dialami Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi penguat spiritual dan mental dalam perjuangan menyebarkan ajaran Islam.
Isra Miraj juga menegaskan kedudukan Masjidil Aqsa sebagai salah satu masjid suci dalam Islam, sekaligus mengingatkan sejarah kiblat pertama umat Islam sebelum berpindah ke Masjidil Haram.
Amalan yang Dianjurkan saat Isra Miraj 27 Rajab
Dalam rangka memaknai Isra Miraj, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Beberapa amalan yang umum dilakukan antara lain:
1. Memperbanyak zikir dan istighfar, khususnya zikir “La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim”.
2. Memperbanyak selawat Nabi sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
3. Melaksanakan salat sunah, seperti tahajud atau salat sunah malam pada malam 27 Rajab.
4. Puasa sunah 27 Rajab, meski tidak wajib, namun sering dilakukan sebagai wujud rasa syukur.
5. Membaca Al-Qur’an dan berdoa, terutama Surah Al-Isra ayat 1 yang menjelaskan peristiwa Isra Miraj.
Peringatan Isra Miraj sebagai Momentum Refleksi
Isra Miraj tidak hanya diperingati sebagai hari libur, tetapi juga sebagai momen evaluasi spiritual. Peristiwa ini mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga salat, memperkuat keimanan, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami sejarah dan maknanya, Isra Miraj 1447 Hijriah 2026 diharapkan menjadi pengingat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia.
Sumber Berita: nnc
























