Suarapanturanews.com — Kopi bukan sekadar minuman pengusir kantuk, tetapi juga telah lama menjadi objek penelitian medis.
Kandungan utama kopi, yaitu kafein, antioksidan, dan senyawa bioaktif lainnya, terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan bila dikonsumsi dengan cara dan waktu yang tepat.
Namun, jika dikonsumsi sembarangan atau berlebihan, kopi justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Secara medis, waktu terbaik menikmati kopi adalah pagi hari setelah sarapan, sekitar pukul 08.30 hingga 10.30. Pada rentang waktu ini, kadar hormon kortisol—hormon alami yang membantu tubuh tetap waspada—mulai menurun.
Mengonsumsi kopi saat kortisol sudah turun membuat efek kafein bekerja lebih optimal tanpa “tabrakan” dengan sistem alami tubuh.
Minum kopi saat perut kosong, terutama terlalu pagi, tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu nyeri ulu hati.
Waktu ideal kedua adalah siang menjelang sore, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00. Pada jam ini, tubuh biasanya mengalami penurunan energi alami (post-lunch dip).
Secangkir kopi dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan performa kerja. Namun, jumlahnya perlu dibatasi agar tidak mengganggu ritme tidur malam.
Dari sudut pandang medis, menghindari kopi setelah pukul 16.00–17.00 adalah langkah bijak. Kafein memiliki waktu paruh sekitar 5–8 jam, artinya zat ini masih aktif di dalam tubuh hingga malam hari.
Konsumsi kopi terlalu sore atau malam berisiko menyebabkan insomnia, tidur dangkal, dan gangguan kualitas tidur, meskipun seseorang merasa bisa “tidur seperti biasa”.
Dalam jumlah yang tepat, kopi memberikan manfaat kesehatan yang nyata. Penelitian menunjukkan konsumsi kopi 2–3 cangkir per hari dapat membantu meningkatkan fungsi otak, menurunkan risiko diabetes tipe 2, mendukung kesehatan jantung, serta mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer.
Kandungan antioksidan dalam kopi juga berperan melawan radikal bebas dalam tubuh.
Namun, manfaat tersebut hanya berlaku bila kopi dikonsumsi secara bijak. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, gangguan lambung, kecemasan, hingga ketergantungan kafein.
Orang dengan kondisi medis tertentu seperti maag kronis, gangguan irama jantung, hipertensi tidak terkontrol, ibu hamil, atau gangguan kecemasan sebaiknya membatasi atau berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin minum kopi.
Kesimpulannya, kopi adalah sahabat yang menyehatkan bila dinikmati pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang terukur.
Pagi setelah makan dan siang menjelang sore adalah waktu ideal secara medis.
Seperti banyak hal dalam hidup, kopi mengajarkan satu prinsip penting: yang membuatnya bermanfaat bukan hanya apa yang diminum, tetapi kapan dan seberapa banyak kita menikmatinya.
























