Belajar Bijak Memahami Karakter Teman dari Hal-Hal Sederhana

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Kalau kamu makan ikan nila saat lapar, rasanya tentu nikmat. Dagingnya lembut, gurih, dan mengenyangkan.

Tapi di balik kenikmatan itu, ada satu hal yang membuat kita selalu waspada: durinya banyak. Makan ikan nila mengajarkan kita satu sikap penting, menikmati dengan kehati-hatian.

Terlalu lahap tanpa perhatian bisa berujung tersedak. Bukan ikannya yang salah, tapi cara kita menyantapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu juga ketika kita makan buah apel. Apel segar memang menyehatkan dan menyenangkan.

Namun, kalau dimakan berlebihan, lambung bisa jadi lebih asam dan akhirnya bermasalah.

Sesuatu yang baik, jika tidak dikendalikan, bisa berubah menjadi tidak baik. Apel tidak berubah sifat, yang berubah adalah batas kita dalam mengonsumsinya.

Bergadang sambil minum segelas kopi juga terasa nikmat. Pikiran terasa segar, mata lebih melek, ide mengalir deras.

Tapi coba minum dua atau tiga gelas sekaligus. Bukannya produktif, yang ada justru gelisah, jantung berdebar, dan mata tak kunjung bisa terpejam. Kopi tetap kopi, yang perlu diatur adalah porsinya.

Lalu ada durian. Dari luar, durinya tajam dan terlihat menakutkan. Banyak orang bahkan enggan mendekat karena takut tertusuk.

Tapi siapa yang sudah pernah mencicipinya tahu, di balik kulit berduri itu tersimpan daging yang legit dan nikmat.

Perlu keberanian dan cara yang tepat untuk menikmatinya, tapi hasilnya sepadan.

Semua contoh sederhana ini sejatinya menggambarkan hakikat berteman. Dalam hidup, kita mau tidak mau akan bertemu dan berinteraksi dengan berbagai karakter manusia.

Ada teman yang menyenangkan tapi perlu kehati-hatian, seperti ikan nila. Ada yang baik tapi tidak boleh terlalu sering atau berlebihan, seperti apel.

Ada yang seru diajak begadang dan diskusi, tapi harus tahu batas, seperti kopi. Bahkan ada pula teman yang awalnya terlihat keras, cuek, atau “berduri”, namun jika kita mengenalnya lebih dalam, justru menyimpan manfaat besar, seperti durian.

Menjauhi semua orang hanya karena takut akan sisi kurangnya justru membuat kita kehilangan banyak pelajaran hidup.

Berteman bukan soal mencari yang sempurna, melainkan belajar memahami karakter, mengatur jarak, dan menempatkan diri dengan bijak.

Karena dari setiap karakter, selalu ada pelajaran dan manfaat, selama kita tahu cara menyikapinya.

Sumber Berita: nnc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak
PANGGUNG POLITIK DIANTARA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANGERANG “Sebuah Analisa”
Akibat Adu Banteng Di Jalan area Asthara Sky Front City, Satu Orang Meninggal, Minim Penerangan Dan Tanpa Rambu
BMKG Hari Ini: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah, Gempa M5,9 Juga Jadi Perhatian
Harga Cabai Rawit Tembus Rp91 Ribu per Kilogram, Kenapa Bisa Semahal Ini?
Usai Aksi Damai, Pihak CV Klarifikasi dan Janji Tingkatkan Kualitas Jalan Jati–Sepatan
Pemerintah Desa Pakualam Kecamatan Pakuhaji Tangerang Himbau Masyarakat Jaga Diri, Keluarga Dan Lingkungan Dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Begini Cara Membersihkannya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:28 WIB

Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

Kamis, 17 September 2026 - 10:10 WIB

PANGGUNG POLITIK DIANTARA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANGERANG “Sebuah Analisa”

Selasa, 15 September 2026 - 06:29 WIB

Akibat Adu Banteng Di Jalan area Asthara Sky Front City, Satu Orang Meninggal, Minim Penerangan Dan Tanpa Rambu

Sabtu, 12 September 2026 - 00:48 WIB

BMKG Hari Ini: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah, Gempa M5,9 Juga Jadi Perhatian

Kamis, 10 September 2026 - 13:01 WIB

Harga Cabai Rawit Tembus Rp91 Ribu per Kilogram, Kenapa Bisa Semahal Ini?

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com