Suarapanturanews.com — Proses pembuatan minuman berbasis teh dan herbal kini banyak dikembangkan dengan metode peracikan biang sari guna menjaga konsistensi rasa. Salah satu racikan yang digunakan adalah biang teh, biang sari sereh, dan biang gula cair yang masing-masing dibuat melalui tahapan sederhana namun terukur.
Biang teh diracik menggunakan tiga jenis teh, yakni Teh jenis Jasmine sebanyak 10 gram, teh gopek 5 gram, serta teh botol kemasan biru 5 gram. Seluruh bahan diseduh menggunakan 1,5 liter air mendidih. Proses perebusan dilakukan selama 10 menit dengan api kecil agar aroma dan rasa teh keluar secara optimal. Setelah api dimatikan, seduhan didiamkan selama lima menit sebelum disaring dan siap digunakan sebagai dasar minuman.
Sementara itu, biang sari sereh dibuat dari sereh ukuran besar sebanyak 12 batang atau satu ikat. Sereh terlebih dahulu dihaluskan menggunakan blender dengan tambahan 500 mililiter air. Setelah itu, sari sereh direbus kembali dengan tambahan satu liter air hingga mendidih dan dipertahankan selama 10 menit. Cairan kemudian didiamkan selama 10 menit sebelum disaring untuk memisahkan ampas, menghasilkan ekstrak sereh yang siap digunakan.
Adapun biang gula cair dibuat dari satu kilogram gula pasir yang dilarutkan dalam satu liter air. Air direbus hingga mendidih, kemudian gula dimasukkan dan diaduk hingga larut sempurna. Larutan gula ini berfungsi sebagai pemanis yang mudah dikombinasikan dengan biang teh dan biang sari sereh.
Kombinasi ketiga biang tersebut dapat digunakan sebagai dasar berbagai minuman segar maupun hangat, dengan cita rasa yang stabil serta aroma alami dari teh dan sereh. Metode ini dinilai praktis dan efisien, terutama bagi pelaku usaha minuman yang mengutamakan kualitas dan konsistensi produk.





















