Tidur 8 Jam Tapi Masih Terasa Lelah? Ini Penjelasan Medisnya

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Banyak orang mengira tidur selama delapan jam sudah cukup untuk membuat tubuh kembali segar. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit yang bangun pagi dengan tubuh terasa lemas, kepala berat, dan sulit fokus, meski durasi tidurnya tergolong ideal. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan dan membuat seseorang merasa ada yang salah dengan tubuhnya.

Secara medis, kualitas tidur jauh lebih penting daripada sekadar durasinya. Tidur yang cukup lama tetapi tidak berkualitas tetap membuat tubuh gagal menjalani proses pemulihan secara optimal. Selama tidur, tubuh seharusnya melewati beberapa fase penting, termasuk tidur dalam (deep sleep) dan tidur REM, yang berperan besar dalam pemulihan fisik, konsolidasi memori, serta keseimbangan hormon. Jika fase-fase ini terganggu, tubuh akan tetap merasa lelah meski jam tidur tercukupi.

Salah satu penyebab paling umum adalah tidur yang terfragmentasi, yaitu sering terbangun tanpa disadari di malam hari. Hal ini bisa dipicu oleh stres, kecemasan, suara bising, penggunaan gawai sebelum tidur, atau gangguan seperti sleep apnea. Pada kondisi sleep apnea, misalnya, pernapasan terganggu berulang kali saat tidur sehingga otak tidak pernah benar-benar masuk ke fase tidur dalam.

Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah ritme sirkadian yang tidak selaras. Tidur larut malam, jadwal tidur yang tidak konsisten, atau kebiasaan begadang di akhir pekan dapat mengacaukan jam biologis tubuh. Akibatnya, meskipun durasi tidur cukup, kualitasnya tetap rendah karena tubuh tidur di waktu yang “tidak ideal” secara biologis.

Kondisi kesehatan tertentu juga dapat berperan. Kekurangan zat gizi seperti zat besi atau vitamin B, gangguan hormon tiroid, hingga dehidrasi ringan dapat membuat tubuh terasa lelah sepanjang hari. Selain itu, konsumsi kafein berlebihan di sore atau malam hari serta pola makan yang tidak seimbang dapat mengganggu proses tidur tanpa disadari.

Aspek psikologis juga memiliki pengaruh besar. Stres kronis dan kelelahan mental membuat otak tetap “aktif” meski tubuh beristirahat. Inilah sebabnya seseorang bisa tidur lama, tetapi bangun dengan perasaan tidak segar, mudah emosi, dan sulit berkonsentrasi.

Para ahli menyarankan agar kualitas tidur ditingkatkan dengan menjaga jadwal tidur yang konsisten, menghindari layar gawai setidaknya satu jam sebelum tidur, menciptakan lingkungan tidur yang tenang dan gelap, serta membatasi kafein di sore hari. Aktivitas fisik ringan secara rutin dan paparan sinar matahari pagi juga membantu menstabilkan ritme sirkadian.

Jika rasa lelah terus berlanjut meski pola tidur sudah diperbaiki, pemeriksaan medis tetap dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan kesehatan tertentu. Tidur yang berkualitas bukan hanya soal lama waktu terpejam, tetapi tentang bagaimana tubuh benar-benar beristirahat dan memulihkan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ropiudin Kepala Desa Pakualam Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kabupaten Tangerang Ketua DPW GMPK Banten: Bukan Hanya Bisa Bekerja, Tapi Harus Bisa Berbuat
Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa
Mempererat Silaturahmi Dibulan Ramadhan, Pemdes Buaranjati Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Masyarakat
Ramadhan Penuh Berkah, PT Agung Sinar Bungkuk Cabang Tangerang Adakan Buka Puasa dan Tasyakuran
Pemuda Kampung Ciupas Siap Sukseskan PHBI, Panitia Resmi Dibentuk
Lewat Dialog Banten Insight, Layanan 110 dan Titip Kendaraan Disosialisasikan
Ramadan Penuh Kehangatan, Kapolrestro Tangerang Kota Sapa Warga di Jalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:07 WIB

Ropiudin Kepala Desa Pakualam Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:30 WIB

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kabupaten Tangerang Ketua DPW GMPK Banten: Bukan Hanya Bisa Bekerja, Tapi Harus Bisa Berbuat

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:05 WIB

Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:06 WIB

Mempererat Silaturahmi Dibulan Ramadhan, Pemdes Buaranjati Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Masyarakat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:08 WIB

Ramadhan Penuh Berkah, PT Agung Sinar Bungkuk Cabang Tangerang Adakan Buka Puasa dan Tasyakuran

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com