Tradisi “Ngupat” atau Qunutan yang Rutin Digelar Setiap Hari Ke-15 Ramadhan

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tangerang, Hari ke-15 bulan Ramadan, masyarakat muslim menjalani tradisi “ngupat” atau Qunut. Tradisi “ngupat” yaitu membuat ketupat lengkap dengan sayur dan kuahnya untuk dimakan bersama keluarga maupun diberikan kepadaJamaah dimasjid ataupun di mushola untuk disantap bersama.

Tradisi membuat ketupat setiap 15 Ramadan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun oleh warga masyarakat di seluruh dunia

Dalam proses membuat ketupat, terlebih dahulu warga membuat kulit ketupat dari daun pohon kelapa yang masih muda atau disebut janur. Setalah itu, kulit ketupat yang sudah jadi diisi dengan beras dan langsung direbus di atas wajan atau Lanseng.

Pada umumnya masyarakat lebih senang memasak ketupat dengan menggunakan tungku bahan bakar kayu. Hal ini diyakini ketupat yang dihasilkan akan lebih harum dan terasa gurih jika dibandingkan dengan menggunakan kompor.

Untuk merebus ketupat dibutuhkan waktu sekitar lima jam ataupun lebih. Hal ini dilakukan agar ketupat benar-benar matang dan siap disajikan.

Menurut salah satu warga, ibu ocih mengatakan bahwa tradisi ‘‘ngupat’’ ini sudah dilakukan turun temurun setiap hari ke-15 Ramadan atau disebut Qunutan.

“ya sudah jadi tradisi turun temurun, pokoknya setiap hari ke-15 Ramadan itu pasti membuat ketupat atau Qunutan, nanti ngariung di masjid atau di musholah.

Ketupat yang matang lengkap dengan sayur opornya akan disajikan pada malam harinya. dengan ngariung atau membawa ketupat ke masjid atau ke mushola untuk dilakukan doa bersama setalah salat Tarawih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FORJA Banten dan GWI DPD Banten Pertanyakan Pengawasan Korcam Menes dan KSPPG Terkait Dugaan Legalitas Dapur MBG
Meriahkan HUT Republik Indonesia Ke 81, Kecamatan Mauk Gelar Gerak Jalan Santai
Ropiudin Kepala Desa Pakualam Bersama Ketua TP PKK Desa Pakualam Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sambut Kemerdekaan Sebagai Penguat Persatuan, Semangat Gotong Royong Dan Kepedulian Sosial
Semarak Kemerdekaan Pemerintah Kecamatan Sukadiri ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81
Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Dean Bayu Pradana: Hari Sungai Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda Menjaga Kelestarian Sungai
Kajian Hukum: Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:55

FORJA Banten dan GWI DPD Banten Pertanyakan Pengawasan Korcam Menes dan KSPPG Terkait Dugaan Legalitas Dapur MBG

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:55

Meriahkan HUT Republik Indonesia Ke 81, Kecamatan Mauk Gelar Gerak Jalan Santai

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:06

Ropiudin Kepala Desa Pakualam Bersama Ketua TP PKK Desa Pakualam Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sambut Kemerdekaan Sebagai Penguat Persatuan, Semangat Gotong Royong Dan Kepedulian Sosial

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:44

Semarak Kemerdekaan Pemerintah Kecamatan Sukadiri ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10

Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com