Suarapanturanews.com — Peneliti di Australia menemukan mekanisme molekuler yang berpotensi menjadi target baru dalam penanganan salah satu jenis kanker payudara paling agresif. Temuan tersebut juga membuka peluang untuk mencegah penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya.
Penelitian itu berfokus pada triple-negative breast cancer (TNBC), subtipe kanker payudara yang memiliki tingkat keagresifan tinggi dan berkaitan dengan hasil pengobatan yang kurang baik. Kondisi tersebut terjadi karena TNBC tidak mempunyai reseptor hormon yang menjadi sasaran berbagai terapi kanker payudara yang telah tersedia.
Dalam penelitian yang dijelaskan Universitas Adelaide, Australia, para peneliti menemukan adanya “saklar” molekuler yang berperan dalam mendorong penyebaran TNBC.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar molekul alami miR-342 yang rendah dan aktivitas jalur pemicu kanker E2F yang tinggi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit metastasis.
Percobaan pada model praklinis kemudian menunjukkan bahwa peningkatan kembali kadar miR-342 dapat memberikan dampak signifikan terhadap penyebaran kanker. Kondisi tersebut mampu mengurangi penyebaran sel kanker ke sejumlah organ, termasuk paru-paru dan tulang.
Tim peneliti juga menguji palbociclib, obat kanker payudara yang telah tersedia dan termasuk inhibitor CDK4/6. Obat tersebut saat ini digunakan untuk menangani kanker payudara stadium lanjut yang memiliki reseptor hormon positif.
Dalam model dengan kadar miR-342 rendah, pemberian palbociclib terbukti secara signifikan menekan pertumbuhan tumor metastasis.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal EMBO Molecular Medicine tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kadar miR-342 berpotensi digunakan untuk membantu menentukan pasien TNBC yang kemungkinan dapat memperoleh manfaat dari terapi inhibitor CDK4/6.
Dengan demikian, penelitian tersebut membuka peluang untuk menggunakan kembali terapi yang sudah tersedia dalam menangani TNBC, salah satu bentuk kanker payudara yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.
“Sebagian besar kematian akibat kanker payudara terjadi karena kanker menyebar ke bagian tubuh lain, bukan disebabkan oleh tumor primer itu sendiri,” kata salah satu penulis senior dalam penelitian ini, Lektor Kepala Philip Gregory dari Universitas Adelaide.
Para peneliti menyebut TNBC mencakup sekitar 10 hingga 15 persen dari sekitar 21.000 kasus kanker payudara yang didiagnosis setiap tahun di Australia. Meski proporsinya relatif lebih kecil, TNBC menyebabkan jumlah kematian yang tidak sebanding karena karakteristiknya yang agresif dan kemampuannya menyebar dengan cepat.


























