Suarapanturanews.com — Lisan adalah salah satu anugerah yang Allah SWT berikan kepada umat manusia. Melalui lisan, manusia dapat berinteraksi, menyampaikan pandangan, mengekspresikan perasaan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Namun, meskipun memberikan banyak manfaat, lisan juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak digunakan secara bijak. Satu kalimat yang diucapkan mungkin terlihat sepele, namun bisa memberikan pengaruh yang signifikan kepada orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak individu yang kurang memperhatikan ucapan mereka. Candaan yang dianggap sepele kadang bisa menyakiti hati orang lain, begitu pula dengan membicarakan keburukan seseorang, menyampaikan informasi yang belum tentu akurat, atau mengucapkan kasar saat marah. Untuk itu, Islam mengajarkan agar umatnya menjaga lisan dan menggunakan kata-kata dengan bijaksana.
Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Islam sangat penting bagi seorang Muslim berbicara. Allah SWT berfirman dalam QS. Surat Al-Ahzab ayat 70:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan mengucapkan hal yang benar.” (QS. Al-Ahzab : 70).
Ayat ini menegaskan bahwa seorang muslim diperintahkan untuk berbicara jujur dan tidak sembarangan dalam berbuat. Ucapan yang baik tidak hanya soal kesopanan, tetapi juga berkenaan dengan kejujuran, kebenaran, serta tidak merugikan orang lain.
Rasulullah SAW juga memberikan pengingat kepada umat tentang pentingnya menjaga lisan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa tidak semua hal perlu diungkapkan. Jika apa yang dikatakan tidak memberikan manfaat, lebih baik untuk diam.
Dampak Tidak Menjaga Lisan
Mengabaikan lisan bisa menimbulkan berbagai masalah dalam hidup. Salah satunya adalah timbulnya pertikaian dan kerusakan hubungan dengan orang lain. Ucapan yang kasar atau menyakitkan dapat membuat seseorang merasa kecewa, sedih, bahkan kehilangan kepercayaan.
Di sisi lain, berbicara negatif kepada orang lain atau ghibah juga merupakan tindakan yang dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 bahwa umat Islam dilarang untuk menggunjing satu sama lain.
Saat ini, menjaga lisan juga harus diterapkan dalam penggunaan media sosial. Meskipun kami tidak membagikannya secara langsung, tulisan, komentar, unggahan, dan pesan yang disampaikan melalui media sosial juga bisa melukai orang lain. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berhati-hati sebelum menulis atau membagikan sesuatu.
Cara Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjaga lisan sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Pertama, berpikir sebelum berbicara. Sebelum mengutarakan sesuatu, sebaiknya kita mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan tidak merugikan orang lain.
Kedua, hindari ghibah, fitnah, dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Tidak semua informasi yang kami terima harus langsung dipercaya dan disebarluaskan.
Ketiga, biasakan diri Anda untuk berbicara dengan sopan, terutama dalam keadaan marah. Saat emosi tinggi, seseorang sering kali mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak ingin diucapkan. Oleh karena itu, menahan diri dan memilih untuk diam sejenak dapat membantu mencegah penyesalan di kemudian hari.
Keempat, memanfaatkan ucapan untuk kebaikan, seperti menyapa, memberikan nasehat, menenangkan orang lain, mengungkapkan rasa syukur, meminta maaf, dan berdzikir kepada Allah SWT. Dengan cara ini, lisan tidak hanya terhindar dari ucapan buruk, tetapi juga dapat menjadi sumber pahala.
Kesimpulan
Merawat lisan merupakan salah satu bentuk adab yang penting bagi seorang Muslim. Ucapan yang baik dapat membuat orang lain merasa dihormati, memperkuat hubungan, dan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis. Sebaliknya, ucapan yang tidak baik bisa menimbulkan konflik, melukai perasaan, dan merusak hubungan antar manusia.
Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum berbicara. Tidak semua hal perlu diungkapkan, dan tidak semua informasi yang kita miliki perlu disampaikan kepada orang lain. Mengacu pada ajaran Rasulullah SAW, jika tidak bisa mengungkapkan hal yang baik, maka lebih baik untuk diam. Dengan menjaga ucapan, kita tidak hanya merawat perasaan orang lain, tetapi juga melindungi diri kita dari dosa dan berupaya menjadi individu Muslim yang lebih baik.


























