Suarapanturanews.com — Keluarga Besar Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia menggelar Maulid Agung Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-33 KH Hisyam Zuhdi, Kamis (3/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Randegan, Banyumas, Jawa Tengah, tersebut diikuti seluruh keluarga besar pesantren, termasuk para santri putra dan putri.
Suasana khidmat dan penuh kecintaan kepada Rasulullah SAW terasa sepanjang acara. Lantunan sholawat, dzikir, dan doa menggema di dalam aula sebagai ungkapan cinta, penghormatan, serta rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara yang digelar selepas salat Isya tersebut diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Arjunal Musthofa Al Zarqo.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Yayasan Al Anwar Syafi’iyah, Ustadz H. Sunarto Arief.
“Alhamdulillah, malam ini kita mendapat rahmat atas kehendak Allah SWT sehingga kita bisa menggelar Maulid Agung Nabi Muhammad dan sekaligus haul KH Hisyam Zuhdi ke-33,” ungkap H. Sunarto.
Dalam sambutannya, H. Sunarto juga mengajak para jamaah untuk memberikan pendidikan agama kepada anak-anak mereka dengan memasukkan mereka ke lembaga pendidikan berbasis agama, seperti yang dikembangkan di Andalusia.
Menurutnya, pendidikan berbasis agama dapat menjadi bekal bagi generasi muda sekaligus menjaga kesinambungan pendidikan dengan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Karena menjadi bekal bagi mereka serta pendidikannya juga nyambung dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil secara berjamaah yang dipimpin KH Ibnu Mu’ti.
Setelah itu, jamaah bersama-sama mengikuti pembacaan Maulid Nabi dan Mahalul Qiyam. Suasana semakin khidmat dengan lantunan sholawat yang diikuti seluruh peserta.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauizah Hasanah yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH Zuhrul Anam Hisyam.
Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhrul Anam menyampaikan kisah ringan namun sarat makna mengenai perjalanan para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu.
Ia juga mengisahkan perjalanan KH Hisyam Zuhdi ketika menuntut ilmu dan mondok kepada KH Cholil Harun di Kasingan, Rembang, Jawa Tengah.
Gus Anam menceritakan bahwa Mbah Hisyam pernah mengalami keterbatasan biaya ketika menuntut ilmu di pesantren. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.
“Tiap maulid, ngaji,” demikian salah satu kisah yang disampaikan Gus Anam mengenai kegigihan Mbah Hisyam dalam menuntut ilmu.
Dalam kisah tersebut, Mbah Hisyam pernah mengalami kesulitan karena harus membayar denda sebesar satu ringgit akibat bermain plinteng atau ketapel.
Mbah Mas’ud kemudian bertanya kepada Mbah Hisyam mengenai latar belakang keluarganya.
“Kamu anak kyai apa anak petani?”
“Kulo anak petani,” jawab Mbah Hisyam.
Mendengar jawaban tersebut, Mbah Mas’ud kemudian menanyakan bagaimana Mbah Hisyam memenuhi kebutuhan makannya. Ia lalu mengajak Mbah Hisyam untuk ikut bersamanya.
Gus Anam juga mengisahkan bahwa Mbah Mas’ud yang berasal dari Kutoarjo, Purworejo, pernah berpesan kepada Mbah Hisyam agar tidak berpindah kamar selama berada di pesantren Rembang.
Kamar yang ditempati Mbah Hisyam sebelumnya merupakan kamar Mbah Mas’ud. Meski Mbah Mas’ud sudah berada di tempat lain, ia masih tetap mengaji kepada KH Cholil Harun di Rembang.
Menurut kisah yang disampaikan Gus Anam, kamar tersebut memiliki kedudukan istimewa di kalangan santri karena pernah menjadi tempat duduk para kiai di Rembang.
Menutup tausiyahnya, Gus Anam mengajak jamaah mengambil keberkahan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Hisyam Zuhdi.
“Malam ini Maulud, semoga dapat barokah Maulid Nabi SAW. Malam ini haul Mbah Hisyam, mendapat keberkahan Mbah Hisyam. Semoga mendapat keberkahan semua. Amin,” pungkas Gus Anam.
Rangkaian kegiatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-33 KH Hisyam Zuhdi kemudian ditutup dengan doa bersama.
Peringatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia untuk mengenang perjuangan dan keteladanan ulama terdahulu sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta semangat menuntut ilmu.






















