Suarapanturanews.com — Gelaran MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dipastikan tidak hanya menjadi panggung perebutan gelar juara dunia kelas premier antara Jorge Martin dan Marc Marquez. Dua pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, juga membawa misi tersendiri saat tampil di hadapan publik Tanah Air.
Dilansir dari laporan VIVA dan ANTARA, Veda Ega akan adu kecepatan di kelas Moto3, sementara Mario Aji siap bersaing ketat di kelas Moto2. Sebelum turun ke lintasan balap, keduanya berkesempatan menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat melalui agenda Rider Parade di Kota Mataram pada Rabu (7/10/2026).
Dalam acara tersebut, duo pembalap Indonesia ini berparade bersama deretan pembalap top dunia, termasuk Marc Marquez. Rute parade yang membentang dari Taman Sangkareang menuju Teras Udayana itu dipadati oleh antusiasme warga lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapat sambutan yang luar biasa, Veda mengaku sangat antusias bisa membalap di rumah sendiri. “Saya merasa senang bisa balapan di Sirkuit Mandalika,” ungkap Veda di sela-sela parade.
Tak ingin sekadar numpang lewat dan menikmati status sebagai tuan rumah, Veda bertekad menjadikan dukungan masif publik sebagai bahan bakar motivasi tambahan di tengah kerasnya persaingan Moto3. “Saya akan memberikan yang terbaik bagi warga Indonesia,” janjinya.
Tekad serupa juga diutarakan oleh Mario Aji. Tampil di kelas Moto2, Mario merasa bangga bisa kembali mengaspal di Tanah Air. Ia berharap dukungan penuh dari penonton Indonesia dapat membantunya memberikan performa yang paling maksimal akhir pekan ini.
Seri ke-17 MotoGP musim ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober. Sorotan utama dunia memang tertuju pada duel panas Jorge Martin yang memimpin klasemen (333 poin) dan Marc Marquez yang menempel ketat (331 poin) usai kemenangannya di Jepang.
Namun, kehadiran Veda dan Mario jelas memberikan napas serta cerita tersendiri. Bagi Veda, sirkuit ini menjadi momentum untuk menunjukkan grafik perkembangannya di Moto3. Sedangkan bagi Mario, balapan di tanah sendiri adalah peluang emas untuk mencetak hasil terbaik di kelas Moto2.
Akhir pekan di Mandalika kini bukan sekadar tentang siapa yang akan keluar sebagai penguasa dunia. Ada harapan besar dari puluhan ribu pasang mata publik tuan rumah yang menanti dua putra bangsa tersebut menorehkan kebanggaan di lintasan.











