Suarapanturanews.com — Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul keluarnya peringatan dini cuaca dari BMKG. Lembaga tersebut memprakirakan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir pada Senin, 12 Januari 2026, khususnya di empat provinsi. Kondisi cuaca ini diperkirakan berdampak pada aktivitas harian serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di daerah rawan.
Peringatan tersebut dikeluarkan setelah BMKG melakukan analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pembentukan awan hujan. Situasi ini dinilai cukup serius sehingga masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk lebih waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala.
BMKG mencatat setidaknya empat provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin mendatang. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
Banten, yang diprakirakan mengalami hujan lebat pada siang hingga malam hari.
Jawa Barat, dengan potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di beberapa kabupaten dan kota.
Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berpeluang mengalami hujan deras dalam durasi cukup panjang.
Bali, terutama wilayah bagian tengah dan selatan, yang diperkirakan diguyur hujan intensitas tinggi.
BMKG menegaskan bahwa intensitas hujan di wilayah tersebut dapat bervariasi, namun tetap perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir lokal.
Berdasarkan kajian meteorologi, potensi hujan lebat ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer. Salah satunya adalah adanya pola pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, kandungan uap air di atmosfer terpantau cukup tinggi, sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas signifikan. Kondisi ini diperkuat oleh sistem tekanan rendah di wilayah sekitarnya yang memengaruhi sirkulasi angin regional.
BMKG menyebutkan bahwa fenomena seperti ini lazim terjadi pada periode musim hujan, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
Hujan lebat yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari genangan air, banjir, hingga tanah longsor di wilayah dengan kontur perbukitan. Angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang dan gangguan pada jaringan listrik serta transportasi.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan saluran air berfungsi dengan baik dan menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi. Warga juga disarankan untuk tidak mengabaikan peringatan dini, terutama jika tinggal di wilayah yang telah disebutkan berpotensi mengalami hujan lebat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrem, termasuk menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi kondisi darurat.
Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG untuk Senin, 12 Januari 2026, menandai potensi hujan lebat di Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali. Dengan memahami risiko dan mengikuti imbauan resmi, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Sumber Berita: BMKG
























