Suarapanturanews.com, Pandeglang – Pasca audiensi yang berlangsung antara Forum Jurnalis Aktivis Banten (FORJA Banten) dengan sejumlah pihak terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian terhadap operasional dapur MBG di wilayah Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, semakin mengemuka. Sejumlah persoalan yang mencuat dalam forum diskusi tersebut kini menjadi bahan evaluasi lanjutan oleh pihak terkait.selasa (23/6/2026).
Sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi, Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, memastikan bahwa pihaknya akan kembali turun ke lapangan bersama tim untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap dapur MBG Cigondang.
Menurut Doni, langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan dapur MBG berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi tata ruang, kelayakan operasional, sanitasi, keamanan pangan, maupun aspek teknis lainnya.
“Kami akan turun kembali bersama tim ke dapur MBG Cigondang, Labuan. Tujuannya untuk memastikan secara langsung kondisi yang ada di lapangan. Dari hasil informasi dan temuan yang berkembang, kami perlu melakukan pengecekan kembali terkait aspek tata ruang yang diduga belum memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga akan mengecek berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan kelayakan operasional dapur tersebut,” ujar Doni Hermawan kepada awak media.
Doni menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik.
Menurutnya, setiap dapur MBG harus memenuhi standar yang telah ditetapkan agar dapat memberikan pelayanan yang aman, sehat, dan sesuai dengan tujuan program.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek benar-benar sesuai standar. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pihak terkait. Yang terpenting adalah bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menyatakan bahwa organisasinya akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial yang melekat pada insan pers dan aktivis masyarakat.
Niki menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan FORJA Banten bertujuan untuk memastikan setiap program yang menggunakan anggaran negara berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai seluruh fakta menjadi terang dan jelas. Pengawalan yang kami lakukan bukan untuk menyerang siapa pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah,” kata Niki Mulyana.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat membuka ruang komunikasi yang baik. Ketika ada pertanyaan, kritik, atau masukan dari masyarakat maupun insan pers, seharusnya dijadikan bahan evaluasi bersama. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap program pemerintah dapat terus terjaga,” lanjutnya.
Niki juga menegaskan bahwa FORJA Banten akan terus melakukan pemantauan secara objektif berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Jenderal FORJA Banten, Cecep, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Satgas MBG Kabupaten Pandeglang yang berkomitmen melakukan verifikasi ulang terhadap dapur MBG Cigondang.
Menurut Cecep, pemeriksaan lapangan secara langsung merupakan langkah penting untuk memastikan setiap informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara objektif dan profesional.
“Kami mengapresiasi adanya rencana turun kembali ke lapangan dari Satgas MBG. Dengan pengecekan langsung, semua pihak dapat melihat kondisi sebenarnya sehingga tidak hanya berdasarkan asumsi atau informasi sepihak. Yang dibutuhkan saat ini adalah kejelasan dan kepastian berdasarkan fakta di lapangan,” ujarnya.
Cecep menambahkan bahwa FORJA Banten akan terus mendorong terciptanya tata kelola program yang transparan, profesional, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.
“Kami berharap hasil pengecekan nanti dapat disampaikan secara terbuka kepada publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana pelaksanaan program ini berjalan dan apakah seluruh ketentuan telah dipenuhi. Transparansi merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap setiap program pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, Cecep mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan penyelesaian persoalan secara konstruktif demi keberhasilan program MBG.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam proses pengawasan. Namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik demi keberhasilan program serta kepentingan masyarakat Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, FORJA Banten menyatakan akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan lapangan yang akan dilakukan oleh Satgas MBG Kabupaten Pandeglang terhadap dapur MBG Cigondang, Kecamatan Labuan. Organisasi tersebut berharap proses evaluasi dapat berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sumber Berita: FORJA Banten
















