Suarapanturanews.com — Menjelang datangnya Ramadan 2026, sejumlah momen bulan puasa kembali menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan masyarakat. Selain menjalankan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh, Ramadan juga menghadirkan suasana khas yang sulit ditemukan di bulan lainnya. Bagi sebagian besar umat Muslim, pengalaman spiritual bercampur dengan kehangatan sosial itulah yang membuat puasa selalu terasa spesial dari tahun ke tahun.
Meski setiap generasi memiliki cerita dan kebiasaan berbeda, esensi Ramadan tetap sama: mengajarkan disiplin, kebersamaan, serta rasa syukur. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebelum bulan suci dimulai, berbagai memori puasa mulai muncul kembali dalam benak masyarakat. Perbincangan tentang tradisi, rutinitas, hingga takjil favorit pun menghiasi obrolan sehari-hari, baik di keluarga maupun media sosial.
Momen Bulan Puasa dan Kenapa Banyak Dirindukan
Ada beberapa alasan mengapa banyak momen bulan puasa dianggap berkesan. Di antaranya:
1. Memiliki nilai spiritual dan emosional
2. Menghadirkan kebersamaan keluarga
3. Penuh tradisi dan budaya lokal
4. Tidak terjadi di bulan lain
5. Membawa suasana yang suasana hangat dan damai
Berbagai faktor tersebut membuat Ramadan tidak hanya soal kewajiban ibadah, tetapi juga tentang atmosfer sosial yang unik.
Suara Bedug dan Adzan Maghrib: Momen Kemenangan Sehari-hari
Tidak ada momen yang lebih ditunggu selain berkumandangnya adzan Maghrib. Banyak yang menyebutnya sebagai “momen kemenangan kecil” setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Suara bedug di masjid, bunyi sirine, atau bahkan hitungan mundur di televisi menjadi penanda yang menciptakan rasa lega dan gembira.
detik-detik menjelang adzan adalah pengalaman yang penuh rasa harap, terutama ketika makanan sudah tersaji dan keluarga duduk mengelilingi meja. Momen seperti ini sulit tergantikan dan selalu menjadi bagian yang paling dirindukan dari momen bulan puasa.
Sahur Bersama: Kehangatan di Dini Hari
Berbeda dengan makan malam atau sarapan biasa, sahur memiliki keintiman tersendiri. Suasana dini hari yang sunyi, rasa kantuk yang masih menyelimuti, serta menu sederhana yang dimakan terburu-buru membuat sahur terasa unik.
Sebagian keluarga memanfaatkan waktu ini untuk bercanda, berdiskusi, atau sekadar memastikan semua sudah bangun. Bahkan menu sahur yang tidak terlalu mewah justru meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.
Ngabuburit: Menunggu Waktu dengan Aktivitas Seru
Ngabuburit menjadi bagian tak terpisahkan dari momen bulan puasa di Indonesia. Kegiatan ini biasanya dilakukan menjelang sore, mulai dari berjalan santai di taman, membeli takjil, hingga sekadar duduk berdiskusi di warung dekat rumah.
Pasar kaget yang menjamur menjelang buka puasa juga memberikan warna tersendiri. Tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi warga sekitar.
Berburu Takjil: Surga Kuliner Ramadan
Takjil adalah salah satu daya tarik yang membuat Ramadan lebih istimewa. Deretan makanan manis seperti kolak pisang, candil biji salak, es buah, dan gorengan selalu menjadi favorit.
Banyak pedagang musiman memanfaatkan bulan ini untuk berjualan, sehingga ragam kuliner semakin kaya. Kegiatan berburu takjil bukan sekadar mencari makanan untuk berbuka, tetapi juga bentuk nostalgia yang menjadi ciri khas Ramadan di berbagai daerah.
Bukber: Ajang Reuni yang Penuh Cerita
Selain keluarga, Ramadan juga membawa kesempatan untuk bertemu kembali dengan sahabat lama melalui acara buka puasa bersama atau “bukber”. Agenda ini sering memenuhi jadwal hampir setiap pekan, mulai dari bukber alumni sekolah hingga kolega di kantor.
Meski sering diwarnai candaan bahwa bukber lebih sibuk dijadwalkan daripada dilaksanakan, tradisi ini tetap memiliki tempat tersendiri dalam memori Ramadan.
Salat Tarawih: Suasana Ibadah dan Keramaian Anak-anak
Di beberapa kota dan kampung, kelompok remaja biasanya berkeliling membangunkan warga untuk sahur. Mereka menggunakan kentongan, bedug kecil, hingga pengeras suara seraya meneriakkan ajakan bangun sahur.
tradisi ini sering menimbulkan rindu karena jarang terjadi di luar Ramadan. Suasana kebersamaan antarwarga juga semakin terasa melalui tradisi ini.
Menjelang Lebaran: Puncak dari Momen Bulan Puasa
Puncak Ramadan ditandai dengan tradisi mudik. Persiapan membeli tiket, merapikan koper, memilih busana baru hingga menyiapkan makanan khas Lebaran menjadi cerita yang selalu berulang setiap tahun.
Mudik tidak hanya soal pulang kampung, tetapi juga perjalanan batin untuk bertemu keluarga, bermaaf-maafan, serta merayakan Idulfitri bersama orang tercinta.
Ramadan 2026 dan Harapan Baru
Ramadan 2026 diprediksi akan kembali membawa nuansa meriah yang selama ini dirindukan. Beberapa pihak memperkirakan awal puasa akan jatuh pada pertengahan Februari 2026 berdasarkan hisab kalender hijriah yang berlaku.
Meski demikian, penetapan pastinya menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat. Menjelang bulan puasa tahun ini, masyarakat tampak semakin antusias menyambut kembali tradisi yang sudah menjadi bagian budaya Indonesia.
























