Suarapanturanews.com — Tangerang, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji selama dua hari, Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026, dengan materi “Layanan dan Ibadah Selama di Arafah dan Muzdalifah.” Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Islam Riyadhussolihin, Kampung Tuis, Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Selasa (10/2/2026).
Acara di hadiri oleh Ketua PW ISNU Banten, Dr. H. Bahruddin, M.Si, sebagai narasumber.
Kegiatan bimbingan manasik haji yang diikuti oleh calon jemaah haji yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mauk, Sukadiri, dan Kemeri.
Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari persiapan menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang, H. Abdullah Hasyim, S.HI., M.M., menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon jemaah haji, khususnya terkait pelaksanaan ibadah dan layanan jamaah pada fase puncak haji di Arafah dan Muzdalifah.
Dalam pemaparannya, Dr. H. Bahruddin menegaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti dan ruh dari ibadah haji. Oleh karena itu, calon jemaah haji diharapkan mampu memahami tata cara pelaksanaan wukuf secara benar serta memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak doa, dzikir, dan munajat kepada Allah SWT.
“Wukuf di Arafah bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan kehadiran hati dan kesadaran spiritual sebagai hamba Allah,”
Lanjutnya, Dr. Bahruddin, menjelaskan, tata cara pelaksanaan shalat Dzuhur dan Ashar secara jama’ dan qashar di Arafah, adab-adab selama berada di tenda Arafah, serta pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah. Selain aspek ibadah, peserta manasik diberikan pemahaman terkait layanan jemaah haji, meliputi layanan kesehatan, konsumsi, transportasi, dan pendampingan petugas.
Materi dilanjutkan dengan pembahasan pelaksanaan mabit di Muzdalifah, tata cara shalat Maghrib dan Isya secara jama’ qashar, serta pengambilan batu kerikil untuk persiapan lontar jumrah. Dr. Bahruddin mengingatkan jemaah agar senantiasa menjaga ketertiban, kesabaran, dan kebersamaan selama berada di Muzdalifah.

Sementara H. Abdullah Hasyim, S.HI., M.M., Menyampaikan, Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, berharap para calon jemaah haji dari Kecamatan Mauk, Sukadiri, dan Kemeri memiliki kesiapan spiritual, fisik, serta pemahaman teknis yang memadai, sehingga dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sesuai tuntunan syariat.
Kegiatan bimbingan manasik haji ditutup dengan doa bersama agar seluruh calon jamaah haji diberikan kesehatan, kemudahan, serta dianugerahi haji yang mabrur dan mabruroh. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.
























