Diduga Akibat Proses Persalinan, Bayi Warga Desa Daon Alami Cacat, Puskesmas Sukatani : Sesuai Prosedur dan Kami Pantau

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Kabupaten Tangerang, Seorang warga Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, melaporkan dugaan terjadinya cacat permanen pada bayinya setelah menjalani proses persalinan di Puskesmas Sukatani. Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan pertanyaan terkait standar pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan persalinan.

Bayi dari ibu berinisial N (35) dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian lengan dan bahu kanan usai dilahirkan. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih dan membatasi aktivitas sang bayi.

Pihak keluarga menduga gangguan tersebut terjadi akibat penanganan medis saat proses persalinan. Menurut keluarga, sebelum persalinan dilakukan, hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan kondisi janin dalam keadaan normal dan sehat.

“Kondisinya berubah setelah anak saya lahir. Lengan bahunya diduga mengalami patah akibat proses persalinan, Sekarang aktivitasnya sangat terbatas,” ujar salah satu anggota keluarga saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Senin (19/01/2026).

Sementara pihak N mengatakan dari awal mengetahui anak nya seperti itu, pihak puskesmas tidak ada pendampingan untuk pengobatan ke dr ortopedi hanya di vasilitasi mobil ambulance saja

Bahkan baru hari ini juga pihak dari puskesmas datang berkunjung ke rumah kami dan berjanji besok akan mendampingi kami terapi anak kami,” tandasnya

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Puskesmas Sukatani melalui perwakilannya, dr. Nurul, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan oleh pihak puskesmas telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami dari Puskesmas Sukatani telah melakukan prosedur persalinan dengan baik dan sesuai standar. Tindakan medis dilakukan berdasarkan kondisi pasien saat itu. Terkait kabar bahwa bayi mengalami cacat pada lengan dan bahu kanan, hal tersebut masih perlu penanganan dan pemeriksaan lanjutan,” jelas dr. Nurul.

Ia juga menambahkan bahwa pihak puskesmas telah memberikan perhatian dan pendampingan lanjutan kepada pasien. Pemeriksaan rutin dilakukan secara intensif, bahkan hingga dua kali dalam seminggu.

“Kami melakukan pemantauan secara berkala. Jika ambulans puskesmas sedang digunakan, Pemerintah Desa Daon juga siap membantu dengan menyediakan ambulans desa,” tambahnya.

Dr. Nurul menegaskan bahwa pasien datang dengan kondisi tertentu yang memang memerlukan penanganan khusus, dan tim medis telah bekerja sesuai indikasi medis yang ada.

Ke depan, Puskesmas Sukatani menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi bayi tersebut, serta berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Desa Daon.

Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan, khususnya pada proses persalinan, terus dievaluasi dan ditingkatkan demi keselamatan ibu dan bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RSUD Pakuhaji Ke 8 Gelar Aksi Sosial Dan Cek Kesehatan Gratis
HUT RSUD Pakuhaji Tegaskan Komitmen BerbenahBerikan Pelayanan Kepada Masyarakat
Muhidin Ketua LSM Seroja Indonesia DPC kabupaten Tangerang Ucapkan Selamat Hari Jadi RSUD Pakuhaji yang Ke. 8 Semakin Terdepan Melayani Masyarakat
Penyuluhan mengenai Kanker Payudara dan Kanker Serviks di Ruang Tunggu dan Ruang Pendaftaran dalam Rangka Hari Kanker Sedunia Tahun 2026
Waspada Virus Nipah 2026: Kenali Gejala yang Menyerang Otak dan Cara Mencegahnya
Kades Daon H. Johani AMTG Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Cegah Stunting Sejak Dini, Puskesmas Sukadiri Gelar “Garasi Gemilang” di SMPN 1 Sukadiri
7 Manfaat Konsumsi Pepaya Saat Perut Kosong di Pagi Hari
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 01:32 WIB

HUT RSUD Pakuhaji Ke 8 Gelar Aksi Sosial Dan Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 3 Februari 2026 - 04:56 WIB

HUT RSUD Pakuhaji Tegaskan Komitmen BerbenahBerikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Senin, 2 Februari 2026 - 10:33 WIB

Muhidin Ketua LSM Seroja Indonesia DPC kabupaten Tangerang Ucapkan Selamat Hari Jadi RSUD Pakuhaji yang Ke. 8 Semakin Terdepan Melayani Masyarakat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:58 WIB

Penyuluhan mengenai Kanker Payudara dan Kanker Serviks di Ruang Tunggu dan Ruang Pendaftaran dalam Rangka Hari Kanker Sedunia Tahun 2026

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:27 WIB

Waspada Virus Nipah 2026: Kenali Gejala yang Menyerang Otak dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com