Suarapanturanews.com — Umat Islam di Indonesia memperingati Malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah pada Senin malam, 2 Februari 2026. Momen ini menjadi salah satu waktu penting dalam kalender Islam karena diyakini sebagai malam penuh keberkahan, ampunan, dan persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan secara luas oleh lembaga keagamaan di Indonesia, tanggal 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, Malam Nisfu Syaban dimulai sejak terbenam matahari pada Senin, 2 Februari 2026, hingga menjelang Subuh keesokan harinya.
Dasar Keutamaan Bulan Syaban
Keutamaan bulan Syaban disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Mengutip keterangan yang dilansir dari baznas.go.id, Rasulullah SAW dikenal sering melaksanakan puasa sunnah di bulan ini.
Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dari Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT, dan beliau senang jika amal tersebut diangkat dalam keadaan berpuasa.
Jadwal Nisfu Syaban 1447 H
Berikut rincian jadwal Nisfu Syaban 2026 berdasarkan kalender Hijriah Indonesia:
Malam Nisfu Syaban: Senin malam, 2 Februari 2026 (mulai Maghrib)
• Hari Nisfu Syaban: Selasa, 3 Februari 2026
• Puasa Nisfu Syaban: Selasa, 3 Februari 2026
Puasa Nisfu Syaban merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan satu hari, bertepatan dengan tanggal 15 Syaban, dan tidak berlangsung berhari-hari seperti puasa wajib Ramadan.
Niat Puasa Nisfu Syaban
Pelaksanaan puasa sunnah Nisfu Syaban diawali dengan niat sebelum terbit fajar pada tanggal 15 Syaban. Niat tersebut menjadi penegasan bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Bacaan niat puasa sunnah Syaban sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Syaban
Selain puasa di siang hari, Malam Nisfu Syaban juga dianjurkan diisi dengan berbagai ibadah.
Pertama, memperbanyak zikir dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kedua, melaksanakan salat sunnah dan qiyamul lail. Ibadah malam ini dilakukan sebagai sarana munajat dan refleksi diri.
Ketiga, membaca surah Yasin. Tradisi membaca surah Yasin, termasuk tiga kali bacaan, dilakukan sebagian umat Islam sebagai doa memohon keberkahan, ampunan, dan kemudahan hidup.
Keempat, melaksanakan puasa sunnah Syaban, termasuk puasa Ayyamul Bidh yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban.
Kelima, memperbanyak istigfar dan taubat sebagai upaya membersihkan diri dari dosa dan kesalahan sebelum memasuki Ramadan.
Momentum Persiapan Ramadan
Nisfu Syaban dipandang sebagai pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kesiapan rohani. Dengan memanfaatkan momen ini, umat diharapkan dapat menyambut bulan Ramadan dalam kondisi spiritual yang lebih baik.






















