MCS Soroti Pergeseran Makna Takbiran, Ajak Penguatan Nilai Spiritual Idul Fitri

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tangerang, Media Center Sukadiri (MCS) menyoroti dinamika perayaan malam takbiran yang dinilai mengalami pergeseran, dari yang semula berfokus pada nilai spiritual menjadi semakin beragam dalam bentuk ekspresi di ruang publik.

Ketua MCS, Ijum Setiawan, S.S., S.H., menyampaikan bahwa fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kreativitas masyarakat dan esensi ibadah dalam perayaan Idul Fitri.

Fenomena ini tentunya menjadi bahan evaluasi bersama bagi kita semua—baik tokoh agama maupun pemerintah.

Perayaan Idul Fitri harus tetap dijaga pada koridor nilai dan makna yang sebenarnya. Bukan untuk melarang masyarakat berekspresi, tetapi lebih kepada mengarahkan agar ekspresi tersebut tidak kehilangan ruh spiritualnya,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan bentuk perayaan seperti arak-arakan, konvoi, maupun kreasi visual merupakan bagian dari dinamika sosial yang tidak bisa dihindari.

Namun demikian, arah dari ekspresi tersebut tetap perlu dibingkai dengan nilai-nilai keislaman.

MCS juga mengingatkan bahwa malam takbiran sejatinya merupakan momentum sakral untuk mengumandangkan takbir sebagai bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah, bukan semata-mata menjadi ruang hiburan.

Lebih lanjut, MCS menilai bahwa tren visual dalam perayaan takbiran saat ini perlu disikapi secara bijak agar tidak mengarah pada bentuk-bentuk yang kehilangan identitas keislaman.

Dalam konteks ini, kami juga mengingatkan agar perayaan takbiran tidak berkembang ke arah yang justru mengaburkan nilai. Jangan sampai menyerupai pola-pola arak-arakan seperti Ogoh-ogoh yang secara filosofi berbeda dengan tradisi dalam Islam. Kita harus punya jati diri dalam mengekspresikan kegembiraan Idul Fitri,” tegas Ijum Setiawan, S.S., S.H.

Kami tidak ingin melarang kreativitas. Justru kami mendorong generasi muda untuk terus berinovasi. Namun, kreativitas itu harus tetap berpijak pada nilai dan seni Islami, bukan sekadar mengejar kemeriahan,” lanjutnya.

Sebagai langkah ke depan, MCS mendorong adanya dialog terbuka lintas elemen masyarakat untuk merumuskan pola perayaan yang lebih terarah.

Ke depan, kami ingin ada ruang duduk bersama antara Majelis Ulama Indonesia, pemerintah setempat, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh pemuda. Ini penting agar arah perayaan Idul Fitri tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa panduan nilai,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kolaborasi tersebut, dapat lahir format perayaan Idul Fitri yang tetap meriah dan kreatif, namun tidak kehilangan esensi spiritualnya.

Harapannya, ke depan perayaan tetap hidup dan semarak, tetapi juga membawa pesan moral dan nilai ibadah.

Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal Idul Fitri sebagai perayaan ramai, tanpa memahami makna kembalinya manusia kepada fitrah,” tambahnya.

MCS menegaskan bahwa perayaan yang baik adalah perayaan yang mampu menjaga keseimbangan antara ekspresi budaya dan nilai keagamaan.

Perayaan boleh berkembang, tetapi nilai tidak boleh hilang. Di situlah pentingnya peran bersama dalam menjaga arah,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam
KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset
Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81
Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang
Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Dean Bayu Pradana: Hari Sungai Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda Menjaga Kelestarian Sungai
Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:05

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:42

KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:50

Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13

Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10

Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com