Aktivitas Galian Tanah di Dekat Permukiman Diprotes, Warga Minta Penegakan Aturan

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com, Kab Tangerang – Kemarahan warga RT 002/RW 004 Desa Rancakelapa, Kecamatan Panongan, mulai memuncak menyusul aktivitas galian tanah di kawasan Jalan Korelet–Ambon yang dinilai meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

Aktivitas galian yang beroperasi tepat di dekat permukiman warga itu disebut telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Namun hingga kini, warga mengaku tidak pernah melihat adanya papan proyek maupun informasi perizinan resmi yang dipasang di lokasi kegiatan.

Tak hanya mempertanyakan legalitas aktivitas tersebut, warga juga menyoroti dampak lingkungan yang semakin dirasakan setiap hari. Debu dari kendaraan pengangkut tanah beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga, mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

“Setiap hari debu masuk rumah. Jalan jadi kotor, udara tidak sehat, belum lagi suara bising kendaraan besar yang terus keluar masuk,” ungkap salah satu warga.

Kondisi semakin memprihatinkan karena lalu lintas truk ODOL pengangkut tanah disebut mulai merusak jalan lingkungan dan membahayakan pengguna jalan. Warga mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di area tersebut.

Melalui surat pengaduan resmi yang dilayangkan kepada Ketua RT setempat, warga meminta pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan terhadap legalitas kegiatan galian tanah tersebut. Warga juga mendesak adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran izin maupun aturan lingkungan.

Dalam surat pengaduannya, warga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kompensasi atau “uang tutup mulut” dari pihak pengelola galian. Mereka menilai persoalan ini bukan sekadar soal materi, melainkan menyangkut keselamatan, kesehatan lingkungan, dan hak masyarakat untuk hidup nyaman di wilayahnya sendiri.

Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka meminta aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat itu segera dievaluasi dan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua LKSA Izmi Ucapkan Selamat Milad ke-55 PT AirNav Indonesia
Ketua Umum dan Sekjen FORJA Banten Kunjungi Markas Besar AnalisasiBerNews.com, Perkuat Sinergitas Media dan Aktivis
Miris, Janda Anak Dua Desa Gaga Pakuhaji Tangerang Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni
Ketua MCS Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan terhadap Anggota MCS dan Pimpinan Redaksi Bantennet
Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa
Rampungkan Wasdal II, Tim Baharkam Polri Beri Nilai Kategori Emas untuk PT Petrokimia Gresik
Apresiasi KNPI Pandeglang atas Langkah Kejaksaan Agung dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG: Menjaga Kesadaran Publik dan Integritas Hukum
Rohmat Soroti Maraknya Dugaan Rangkap Jabatan, Desak Pemkab Pandeglang Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:50

Ketua LKSA Izmi Ucapkan Selamat Milad ke-55 PT AirNav Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 - 09:59

Ketua Umum dan Sekjen FORJA Banten Kunjungi Markas Besar AnalisasiBerNews.com, Perkuat Sinergitas Media dan Aktivis

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:33

Miris, Janda Anak Dua Desa Gaga Pakuhaji Tangerang Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:44

Ketua MCS Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan terhadap Anggota MCS dan Pimpinan Redaksi Bantennet

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:19

Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com