Cinta: Kegilaan yang Diterima Masyarakat

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Ambil kisah Qais dan Laila. Dalam tradisi Arab, Qais kemudian dikenal sebagai Majnun, yang berarti orang gila atau orang yang dirasuki. Ia begitu tenggelam dalam cintanya kepada Laila hingga kehilangan minat pada dunia. Ia mengembara sendirian di padang pasir, berbicara dengan bayangannya sendiri, melupakan makan, dan hidup hanya untuk satu nama.

Bagi banyak orang, kisah ini hanyalah legenda romantis. Namun dalam kajian psikologi, kisah Majnun sering dipandang sebagai gambaran ekstrem tentang bagaimana cinta dapat mengubah cara kerja pikiran manusia.

Menariknya, ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa orang yang sedang jatuh cinta memang mengalami perubahan biologis yang nyata. Otak mereka menunjukkan aktivitas yang mirip dengan kondisi obsesif: sulit tidur, sulit berkonsentrasi, terus-menerus memikirkan satu orang, dan mengalami gejolak emosi yang intens. Tubuh bereaksi seolah sedang menghadapi krisis besar, padahal yang terjadi hanyalah munculnya rasa cinta.

Namun cinta bukan sekadar gangguan yang mengacaukan akal sehat.

Para pemikir Timur seperti Jalaluddin Rumi memandang cinta sebagai jalan menuju transformasi diri. Apa yang tampak sebagai kegilaan dari luar sering kali merupakan proses batin yang mengubah seseorang menjadi lebih dewasa, lebih mengenal dirinya sendiri, dan lebih memahami makna hidup.

Di sinilah cinta memperlihatkan dua wajahnya.

Di satu sisi, ia dapat menjadi api yang membakar ketenangan, melahirkan obsesi, kecemasan, dan penderitaan. Di sisi lain, ia mampu menyembuhkan luka yang selama ini tersembunyi, membuka empati, dan mengajarkan manusia tentang pengorbanan, kesabaran, serta penerimaan.

Karena itu, masalahnya bukan terletak pada seberapa besar seseorang mencintai. Yang menentukan adalah bagaimana ia memahami dan mengelola gejolak tersebut.

Pada akhirnya, hampir setiap manusia pernah menjadi “pasien” dari penyakit bernama cinta. Sebagian berhasil melewatinya dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Sebagian lainnya tetap terjebak dalam pusaran perasaan yang tak kunjung menemukan jalan keluar.

Mungkin itulah yang membuat cinta selalu menarik untuk dipelajari. Ia adalah satu-satunya “kegilaan” yang tidak hanya diterima oleh masyarakat, tetapi juga dicari, dirayakan, dan diimpikan oleh hampir semua orang.

Sebab di balik segala kekacauannya, cinta tetap menjadi salah satu pengalaman paling manusiawi yang pernah dimiliki manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Padam, Saatnya Benahi Kawasan TPA Jatiwaringin Secara Menyeluruh
Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berjalan Optimal
UPTD Puskesmas Sukatani Siagakan Posko Kesehatan Untuk Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pembagian Masker Kepada warga Masyarakat Dampak oleh Peristiwa Kebakaran Yang Terjadi di TPA Jatiwaringin
Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang, Ijum Setiawan Desak Polisi Usut Tuntas
Merangkai Tali Silaturahmi Pemerintah Kecamatan Sukadiri Gelar Pengajian Bulanan dan Halal Bihalal
Ketua MCS Sukadiri Kritik Keras Kebijakan WFA: “Jangan Rakyat Terus Jadi Penyangga Krisis!”
Posko Layanan Kesehatan Di Soroti MCS, Ijum Setiawan : Pendataan Menjadi Kunci Kesehatan Bagi Warga
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:45

Cinta: Kegilaan yang Diterima Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:42

Api Padam, Saatnya Benahi Kawasan TPA Jatiwaringin Secara Menyeluruh

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:48

Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berjalan Optimal

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:18

UPTD Puskesmas Sukatani Siagakan Posko Kesehatan Untuk Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:23

Pembagian Masker Kepada warga Masyarakat Dampak oleh Peristiwa Kebakaran Yang Terjadi di TPA Jatiwaringin

Berita Terbaru

Bencana

Cinta: Kegilaan yang Diterima Masyarakat

Rabu, 15 Jul 2026 - 05:45

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com