Ketua MCS Sukadiri Kritik Keras Kebijakan WFA: “Jangan Rakyat Terus Jadi Penyangga Krisis!”

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tangerang, Rencana pemerintah memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada April 2026 menuai kritik keras dari Ketua Media Center Sukadiri (MCS), Ijum Setiawan, S.S., S.H.

Ia menilai kebijakan tersebut terkesan sebagai langkah instan yang berpotensi mengorbankan kualitas pelayanan publik, alih-alih menjadi solusi strategis dalam menghadapi krisis energi nasional.

Jangan setiap ada krisis, rakyat dan pelayanan publik yang dijadikan penyangga. Negara harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar membatasi mobilitas,” tegas Ijum, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, penerapan WFA memang pernah dilakukan pada masa pandemi Covid-19, namun tidak bisa serta-merta dijadikan rujukan tanpa evaluasi menyeluruh. Ia menilai pemerintah seharusnya belajar dari dampak yang pernah terjadi sebelumnya.

Kadang kebijakan pemerintah ini terasa aneh, seperti tidak belajar dari pengalaman Covid-19. Dulu kita dipaksa beradaptasi karena darurat kesehatan, sekarang alasannya efisiensi energi—tapi pendekatannya masih sama: batasi gerak, suruh rakyat menyesuaikan,” ujarnya.

Ijum juga menegaskan bahwa pendekatan seperti ini berpotensi hanya menjadi solusi jangka pendek yang mengabaikan akar persoalan.

Padahal yang harus dibenahi itu sistemnya, bukan terus-menerus aktivitas masyarakat yang dikorbankan. Jangan sampai kebijakan ini hanya jadi cara cepat menutup masalah besar yang belum selesai,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tanpa sistem pengawasan dan indikator kinerja yang jelas, kebijakan WFA berisiko menurunkan efektivitas birokrasi dan memperlambat pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan publik tidak boleh ikut ‘WFH’. Masyarakat tetap butuh layanan cepat, pasti, dan mudah diakses. Kalau sistemnya belum siap, jangan dipaksakan,” tegasnya.

MCS juga mempertanyakan arah kebijakan pemerintah dalam merespons krisis energi global. Menurutnya, pembatasan mobilitas ASN bukanlah solusi utama jika tidak diiringi dengan pembenahan sektor energi secara menyeluruh.

Kalau setiap krisis dijawab dengan cara yang sama seperti saat Covid-19, maka ini bukan pembelajaran—ini pengulangan kesalahan dengan alasan yang berbeda,” tambahnya.

Selain itu, MCS mendesak pemerintah untuk membuka secara transparan dasar kebijakan tersebut kepada publik, termasuk data dan urgensi yang melatarbelakanginya.

Ia juga meminta agar pemerintah memastikan kualitas pelayanan publik tetap berjalan optimal apabila kebijakan WFA benar-benar diterapkan.

Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan karena birokrasi menjadi lambat atau sulit diakses. Kebijakan apa pun harus berpihak pada rakyat,” tutup Ijum.

Media Center Sukadiri menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Sumber Berita: Media Center Sukadiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dedikasi yang Menjadi Inspirasi: PGRI Patia Sebut Hj. Rd. Dewi Setiani Sosok Penggerak Kemajuan Pendidikan Pandeglang
Tebar Kepedulian di Bulan Muharram, SPPG Pandeglang Pagelaran , pagelaran 04 Santuni Puluhan Anak Yatim
Senyum Sumringah Diwajah Warga Desa Gintung Sukadiri Penerima Bantuan Pemasangan Listrik Gratis Dari Pemerintah
Senyum Sumringah Diwajah Warga Desa Gintung Sukadiri Penerima Bantuan Pemasangan Listrik Gratis Dari Pemerintah
SPPG Sindanglaya 2 Bergerak Cepat Benahi Dapur Saat Operasional MBG di Pandeglang Dihentikan Sementara
Pasca Audiensi dengan FORJA Banten, Satgas MBG Pastikan Pemeriksaan Lapangan Dapur Cigondang Berlanjut
Perkuat Literasi Lingkungan, EJN Audiensi Strategis dengan Bappeda Kabupaten Tangerang
Kepala Kejaksaan Tinggi Sosialisasi “Kadarkum” di Enam Kecamatan di Wilayah Koordinator dua Kabupaten Tangerang 
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:05

Dedikasi yang Menjadi Inspirasi: PGRI Patia Sebut Hj. Rd. Dewi Setiani Sosok Penggerak Kemajuan Pendidikan Pandeglang

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:03

Tebar Kepedulian di Bulan Muharram, SPPG Pandeglang Pagelaran , pagelaran 04 Santuni Puluhan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:50

Senyum Sumringah Diwajah Warga Desa Gintung Sukadiri Penerima Bantuan Pemasangan Listrik Gratis Dari Pemerintah

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:43

Senyum Sumringah Diwajah Warga Desa Gintung Sukadiri Penerima Bantuan Pemasangan Listrik Gratis Dari Pemerintah

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:46

SPPG Sindanglaya 2 Bergerak Cepat Benahi Dapur Saat Operasional MBG di Pandeglang Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com