Silakan Berlomba Membongkar Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Pernyataan Mahfud MD yang mempersilakan aparat penegak hukum “berlomba saling bongkar korupsi” menarik untuk dicermati. Di tengah rendahnya kepercayaan publik terhadap berbagai institusi, masyarakat sebenarnya tidak terlalu peduli siapa yang lebih hebat, Polri atau Kejaksaan Agung. Yang diinginkan rakyat sederhana: uang negara yang dicuri dikembalikan, pelaku dihukum, dan korupsi tidak terus menjadi tradisi yang diwariskan dari satu generasi pejabat ke generasi berikutnya.

Penyitaan uang sekitar Rp540 miliar dan 74 kilogram emas tentu bukan angka kecil. Angka sebesar itu cukup untuk membangun sekolah, memperbaiki jalan, membantu petani, atau memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, setiap keberhasilan mengungkap dugaan korupsi patut diapresiasi. Sebab yang sedang dipulihkan bukan sekadar aset, melainkan hak rakyat yang selama ini dirampas secara diam-diam.

Namun pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada konferensi pers yang menampilkan tumpukan uang dan deretan emas di depan kamera. Publik sudah terlalu sering melihat pertunjukan semacam itu. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh proses berjalan sampai pengadilan, aset benar-benar dirampas untuk negara, dan para pelaku menerima hukuman yang setimpal.

Di sinilah ironi sering muncul. Di satu sisi negara mengaku serius memerangi korupsi, tetapi di sisi lain pembahasan tentang perampasan aset hasil kejahatan masih menghadapi berbagai hambatan. Bahkan ada yang beralasan bahwa langkah tersebut harus mempertimbangkan hak asasi manusia. Tentu hak asasi penting. Namun jangan lupa, korupsi juga merupakan pelanggaran terhadap hak asasi jutaan rakyat yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang layak.

Karena itu, ketika aparat penegak hukum berhasil menemukan ratusan miliar rupiah dan puluhan kilogram emas yang diduga terkait tindak pidana, pertanyaan berikutnya bukan lagi siapa yang mengungkap lebih dahulu. Pertanyaannya adalah: berapa banyak yang berhasil dikembalikan kepada negara dan seberapa besar efek jera yang ditimbulkan?

Pemberantasan korupsi bukan arena adu gengsi antarlembaga. Ia adalah perlombaan melawan keserakahan yang telah lama menggerogoti republik ini. Jika Polri menemukan kasus, bongkar. Jika Kejaksaan menemukan kasus, usut. Jika KPK memiliki bukti, tindak. Rakyat tidak membutuhkan persaingan ego. Rakyat membutuhkan hasil.

Semakin banyak korupsi yang terbongkar, semakin terlihat betapa besar kerugian yang selama ini ditanggung bangsa ini. Dan semakin besar aset yang berhasil diselamatkan, semakin jelas bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pencurian masa depan.

Maka benar kata Mahfud MD: silakan berlomba membongkar korupsi. Tetapi setelah itu, berlombalah juga memastikan bahwa hukum tidak berhenti di meja penyidikan, dan aset yang ditemukan benar-benar kembali menjadi milik rakyat.

Sebab koruptor kehilangan harta hanyalah konsekuensi hukum. Tetapi rakyat kehilangan masa depan adalah tragedi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam
KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset
Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81
Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Satu Tahun Berkarya Bersama Menginspirasi dan Berbagi, Media Center Sukadiri Rayakan Anniversary Ke – 1 Santuni Yatim Piatu
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:05

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:50

Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13

Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:02

SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:58

Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com