PVMBG Pastikan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com, JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda setelah gunung tersebut mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam.

Kepala PVMBG Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan episode erupsi tersebut telah berakhir. Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental, rangkaian gempa erupsi menerus mulai terekam pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB,” ujar Siti dalam konferensi pers, Minggu.

Setelah episode tersebut berakhir, PVMBG kembali mendeteksi satu erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB. Erupsi tersebut berlangsung selama sekitar 30 detik dan untuk sementara ditafsirkan sebagai penanda berakhirnya episode erupsi menerus sebelumnya.

Dalam pengamatan pada 5-6 September 2026, Gunung Anak Krakatau terlihat cukup jelas meski beberapa kali tertutup kabut. Rekaman CCTV memperlihatkan kolom erupsi berwarna merah pada malam hari, sedangkan pada siang hari tampak kepulan berwarna kehitaman yang membubung ke udara.

Pemantauan instrumental juga menunjukkan perubahan energi aktivitas vulkanik. Rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) sempat meningkat pada 5 September 2026, tetapi kemudian menunjukkan kecenderungan menurun pada 6 September 2026.

Sementara itu, data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih memperlihatkan pola inflasi sejak awal Agustus 2026. Berbeda dengan kondisi tersebut, Stasiun Lava93 menunjukkan pola yang relatif datar atau konstan.

Siti menegaskan bahwa berakhirnya episode erupsi menerus tidak berarti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berhenti sepenuhnya. Dinamika vulkanisme di gunung tersebut masih berlangsung sehingga potensi terjadinya erupsi susulan dalam waktu dekat masih tergolong tinggi.

Bahaya yang berpotensi muncul meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Atas dasar evaluasi tersebut, PVMBG mempertahankan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga meminta masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak benar mengenai potensi tsunami akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa dengan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memantau perkembangan aktivitas gunung melalui informasi resmi.

“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III Siaga dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” sebut Siti.

Masyarakat dan instansi terkait juga disarankan mengikuti informasi terbaru mengenai Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG Badan Geologi serta aplikasi Magma Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Cepat Satlantas Polres Serang Tangani Kecelakaan di Kragilan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Kepsek SMAN 25 Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Hanya Salah Paham, Siswi Bongkar Korban Lebih 10 Orang 
Viral Video Diduga Penjambretan, Reskrim Polsek Cikupa Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan
Respons Cepat Aduan 110, Polsek Cikupa Tangani Kasus Pengendara Diduga Diberhentikan DC
Warga Kampung Damprit Kedaung Barat Digegerkan Penemuan Sosok Pria Gantung Diri di Dalam Bengkel
Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 25 Kabupaten Tangerang Mencuat, Lebih dari 10 Siswi Disebut Mengaku Jadi Korban
Uji komitmen ” No Viral No Justice ” , Kepemimpinan Baru Kapolri di Jadikan Ajang Pembuktian
Korban Laka Lantas Diduga Lamban Ditangani di RS Hermina Cilegon, Ketum GWI Soroti Respons Pelayanan IGD
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Respons Cepat Satlantas Polres Serang Tangani Kecelakaan di Kragilan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Kepsek SMAN 25 Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Hanya Salah Paham, Siswi Bongkar Korban Lebih 10 Orang 

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Viral Video Diduga Penjambretan, Reskrim Polsek Cikupa Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Respons Cepat Aduan 110, Polsek Cikupa Tangani Kasus Pengendara Diduga Diberhentikan DC

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Warga Kampung Damprit Kedaung Barat Digegerkan Penemuan Sosok Pria Gantung Diri di Dalam Bengkel

Berita Terbaru

Opini

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:39 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com