Suarapanturanews.com, KABUPATEN TANGERANG — Ketua Media Center Sukadiri (MCS), Ijum Setiawan, S.S., S.H., menyampaikan ucapan selamat atas resmi dilantiknya Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang periode 2026–2029.
Pelantikan pengurus baru yang dipimpin Hendra Wijaya tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi profesi wartawan untuk memperkuat peran pers di tengah berbagai persoalan publik yang berkembang di Kabupaten Tangerang.
Ijum berharap kepengurusan baru PWI Kabupaten Tangerang tidak hanya mampu memperkuat solidaritas dan profesionalisme wartawan, tetapi juga semakin aktif dalam mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
«“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua PWI Kabupaten Tangerang Hendra Wijaya beserta seluruh jajaran pengurus yang telah resmi dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjaga independensi pers, memperkuat profesionalisme wartawan, serta menjadi wadah yang mampu mempersatukan insan pers di Kabupaten Tangerang,” ujar Ijum.»
Menurutnya, pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat karena tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Karena itu, MCS berharap PWI Kabupaten Tangerang di bawah kepengurusan baru dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan daerah, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, lingkungan, keterbukaan informasi, hingga kebijakan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap PWI Kabupaten Tangerang ke depan tidak hanya fokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga lebih hadir dalam merespons berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat,” kata Ijum.
MCS Soroti Minimnya Sikap terhadap Persoalan Publik
Ijum mengakui bahwa pandangan tersebut sekaligus menjadi catatan kritis dari MCS terhadap peran PWI selama ini.
“Dari sudut pandang MCS, selama ini PWI terkesan terlalu nyaman dan relatif jarang menyampaikan sikap atau pandangan terhadap berbagai kebijakan publik yang menjadi perhatian masyarakat,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk memperlemah PWI maupun mempertanyakan independensi organisasi. Sebaliknya, kritik itu disampaikan sebagai dorongan agar PWI semakin menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan pers dan demokrasi di Kabupaten Tangerang.
“Ini bukan soal harus mengkritik pemerintah setiap saat. Tetapi ketika ada persoalan publik, masyarakat membutuhkan suara pers yang berani, objektif, berdasarkan data, dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Menurut Ijum, sikap kritis tidak harus dimaknai sebagai bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Kritik yang disampaikan secara profesional justru dapat menjadi bagian dari mekanisme koreksi agar kebijakan dan pembangunan daerah berjalan lebih transparan serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pers Harus Hadir Ketika Publik Membutuhkan
MCS juga berharap PWI dapat menjadi ruang yang mendorong wartawan untuk semakin profesional dalam melakukan kerja jurnalistik, termasuk melakukan verifikasi, konfirmasi, pendalaman data, serta memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait.
“Pers yang kuat bukan pers yang selalu berseberangan dengan pemerintah. Pers yang kuat adalah pers yang tetap independen, berani mengkritik ketika memang ada persoalan, tetapi juga memberikan apresiasi ketika pemerintah melakukan sesuatu yang benar,” ujar Ijum.
Ia menambahkan, Kabupaten Tangerang merupakan daerah dengan dinamika pembangunan dan persoalan masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, diperlukan ekosistem pers yang sehat, kritis, profesional, dan mampu menjadi jembatan informasi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Pers bukan hanya mencatat peristiwa. Pers juga mempunyai fungsi kontrol sosial. Karena itu, kami berharap kepengurusan baru PWI Kabupaten Tangerang dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran tersebut,” katanya.
Ijum menegaskan bahwa MCS terbuka untuk bersinergi dengan PWI Kabupaten Tangerang dalam mendorong keterbukaan informasi publik dan membangun budaya jurnalistik yang sehat.
“Pers boleh berbeda sudut pandang, tetapi kepentingan masyarakat harus tetap menjadi perhatian. MCS siap bersinergi dalam mendorong keterbukaan informasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui karya jurnalistik yang bertanggung jawab,” pungkasnya.













