Suarapanturanews.com — Stroberi termasuk buah populer yang dikenal karena warnanya yang cerah dan rasanya yang manis. Buah ini juga mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Menurut publikasi Health pada Senin (12/10/2026) waktu setempat, stroberi mengandung antioksidan, vitamin C, serta nutrisi penting lainnya, termasuk serat dan folat. Kandungan tersebut dapat mendukung enam manfaat kesehatan berikut.
1. Meningkatkan Asupan Antioksidan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stroberi mengandung antioksidan, yaitu senyawa yang membantu melawan stres oksidatif yang dapat berkontribusi terhadap berbagai penyakit. Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.
Buah ini mengandung berbagai antioksidan, termasuk antosianin dan vitamin C.
2. Mendukung Kekebalan Tubuh
Satu cangkir stroberi dapat menyediakan sekitar 100 persen kebutuhan vitamin C harian, bergantung pada ukuran porsi dan acuan kebutuhan yang digunakan.
Vitamin C merupakan antioksidan yang mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, termasuk membantu kerja berbagai sel imun.
Sel T dan sel B merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam mengenali dan melawan patogen, seperti virus dan bakteri. Sel-sel tersebut juga terlibat dalam respons imun terhadap sel abnormal.
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Antioksidan dalam stroberi dapat membantu mendukung kesehatan jantung. Secara khusus, antosianin yang memberikan warna merah pada stroberi dikaitkan dengan potensi penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, penelitian observasional tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan kaya antioksidan, termasuk stroberi, mungkin juga memiliki kebiasaan hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.
4. Berpotensi Membantu Menurunkan Risiko Kanker
Kandungan antioksidan dalam stroberi berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Sejumlah senyawa dalam buah-buahan juga diteliti karena kemungkinan perannya dalam mengurangi peradangan dan memengaruhi proses biologis yang berkaitan dengan perkembangan kanker.
Meski demikian, stroberi tidak dapat dianggap sebagai makanan yang terbukti mencegah atau mengobati kanker. Risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan, gaya hidup, faktor genetik, dan lingkungan.
5. Mengandung Folat
Stroberi merupakan sumber folat, yang juga dikenal sebagai vitamin B9. Satu cangkir stroberi dapat menyediakan hampir 10 persen kebutuhan folat harian, bergantung pada ukuran porsi dan acuan kebutuhan.
Folat diperlukan untuk sintesis DNA dan metabolisme asam amino, yaitu bahan penyusun protein. Vitamin ini juga penting bagi perkembangan janin, terutama pada awal kehamilan.
Karena perannya tersebut, folat menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Ibu hamil tetap dianjurkan mengikuti saran tenaga kesehatan mengenai kebutuhan folat dan konsumsi suplemen.
6. Membantu Mengurangi Asupan Gula Tambahan
Buah-buahan dapat menjadi pilihan camilan manis untuk menggantikan kue, minuman manis, dan makanan penutup yang mengandung gula tambahan.
Stroberi memiliki rasa manis dengan kandungan gula alami yang relatif rendah dibandingkan beberapa buah lainnya. Sebagai gambaran, satu cangkir anggur dapat mengandung sekitar 23 gram gula alami, sedangkan satu cangkir stroberi mengandung sekitar 7 gram, meskipun jumlahnya dapat bervariasi sesuai ukuran dan tingkat kematangan buah.
Mengurangi konsumsi gula tambahan dapat membantu menjaga kesehatan metabolik. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pengendalian berat badan juga berperan dalam menjaga sensitivitas insulin serta menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit hati berlemak.




















