Apakah Daging Kurban Harus Langsung Dimasak? Ini Faktanya!

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Setiap Iduladha, satu kebiasaan hampir selalu terulang di banyak rumah: begitu daging kurban datang, dapur langsung sibuk. Sate mulai dibakar, gulai disiapkan, dan daging segera diolah karena khawatir cepat basi atau berbau. Namun, benarkah daging kurban memang harus langsung dimasak?

Jawabannya: tidak selalu. Dalam beberapa kondisi, daging yang baru dipotong justru belum berada pada kualitas terbaik untuk langsung diolah.

Menurut para ahli pangan, daging segar yang baru dipotong justru belum berada pada kondisi terbaik untuk langsung diolah. Agar kualitas daging tetap terjaga dan aman dikonsumsi, ada beberapa fakta penting yang perlu dipahami masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Daging Baru Dipotong Belum Tentu Lebih Empuk

Daging segar mengalami proses biologis bernama rigor mortis, yaitu kondisi ketika otot hewan masih menegang setelah penyembelihan. Dalam fase ini, tekstur daging justru bisa terasa lebih alot apabila langsung dimasak.

Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyarankan proses pendinginan (chilling) pada suhu sekitar 0-4°C selama beberapa jam agar kualitas dan tekstur daging menjadi lebih baik sebelum diolah.

2. Daging Tidak Harus Langsung Dicuci

Masih banyak orang langsung mencuci daging mentah sebelum dimasukkan ke kulkas. Padahal, panduan keamanan pangan dari United States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan bahwa mencuci daging mentah justru berisiko menyebarkan bakteri melalui percikan air ke permukaan dapur.

Sebagai alternatif, daging lebih dianjurkan disimpan terlebih dahulu dalam wadah tertutup sebelum diolah.

3. Cara Menyimpan Lebih Penting daripada Cepat Memasak

Menurut rekomendasi keamanan pangan, daging segar dapat bertahan sekitar 3–5 hari di chiller dan hingga beberapa bulan di freezer apabila disimpan dengan benar.

Sayangnya, masih banyak masyarakat menyimpan daging tanpa pengemasan yang tepat sehingga kualitas lebih cepat menurun.

4. Konsumsi Daging Berlebihan Perlu Dibatasi

Momentum Iduladha sering kali membuat konsumsi daging merah meningkat drastis. Padahal, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa konsumsi lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung apabila tidak diimbangi pola makan sehat.

Pada akhirnya, persoalannya bukan soal cepat atau lambat memasak daging kurban, melainkan bagaimana masyarakat memahami cara pengolahan yang tepat. Iduladha bukan hanya tentang menerima daging, tetapi juga mengelola keberkahan dengan bijak—termasuk dalam cara menyimpan, mengolah, dan mengonsumsinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 4 Tips Bercinta di Pagi Hari Dijamin Lebih Nikmat dan Bergairah
Ditolak, Dipecat, Diremehkan? Inilah Saatnya Bangkit dan Membuktikan Mereka Salah
Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan dan Masa Depan Generasi Mendatang
Abad Kedua NU dan Tantangan Mewujudkan Tajdid Peradaban
Kabar Duka, Penceramah Kondang KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia, Mahpudin Kipang: KH Ahmad Fudholi Sosok Guru dan Tokoh Ulama
IPSI Kecamatan Mauk Resmi Dilantik, Abdul Ghofur SH: Merangkul Seluruh Elemen Seni Bela Diri
Polda Banten Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Memori Permainan Tradisional yang Kian Tergantikan Layar Kaca
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:24 WIB

Ini 4 Tips Bercinta di Pagi Hari Dijamin Lebih Nikmat dan Bergairah

Rabu, 9 September 2026 - 01:04 WIB

Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan dan Masa Depan Generasi Mendatang

Rabu, 9 September 2026 - 00:47 WIB

Abad Kedua NU dan Tantangan Mewujudkan Tajdid Peradaban

Senin, 7 September 2026 - 07:19 WIB

Kabar Duka, Penceramah Kondang KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia, Mahpudin Kipang: KH Ahmad Fudholi Sosok Guru dan Tokoh Ulama

Senin, 7 September 2026 - 02:51 WIB

IPSI Kecamatan Mauk Resmi Dilantik, Abdul Ghofur SH: Merangkul Seluruh Elemen Seni Bela Diri

Berita Terbaru

Opini

Pendidikan Karakter: Memupuk Manusia Tahan Uji

Kamis, 10 Sep 2026 - 00:59 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com