Demi Meraup Keuntungan, Pekerjaan jalan Betonisasi Jalan Sukadiri Tangerang Diduga Terkesan Asal Asalan

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tangerang, Pembangunan jalan betonisasi di Desa Sukadiri, RT 018/01, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan asal-asalan. Dugaan tersebut mencuat setelah lembaga dan awak media turun langsung ke lokasi proyek saat proses pengecoran berlangsung, pada 21 April 2026.

Kondisi di lapangan dinilai sangat memprihatinkan. Proyek yang seharusnya mengedepankan kualitas pembangunan demi kepentingan masyarakat justru diduga dikerjakan tanpa pengawasan maksimal.

Padahal, program pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan oleh Bupati Tangerang bertujuan agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara optimal dengan mengutamakan mutu dan kualitas. Namun kenyataan di lapangan dinilai jauh dari harapan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus dari LSM KPK Pasundan saat dikonfirmasi mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengerjaan betonisasi tersebut.

> “Sangat disesalkan pengerjaan betonisasi ini. Dari hasil pengukuran yang kami temukan, ketebalan beton bervariasi. Tinggi bekisting sekitar 12 sentimeter, tetapi ketebalan di bagian tengah rata-rata hanya sekitar 6 sentimeter, bahkan ada yang hanya 2 sentimeter. Ini sangat miris. Proyek yang nilai anggarannya diduga mencapai miliaran rupiah justru tidak sesuai harapan masyarakat maupun harapan Bupati Tangerang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Saat proses pekerjaan berlangsung, tidak terlihat adanya pelaksana proyek yang mengawasi secara langsung. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab pengerjaan proyek terkesan asal-asalan.

> “Jangan sampai ada dugaan kongkalikong demi meraup keuntungan lebih besar, sementara kualitas pembangunan dikorbankan,” tambahnya.

Selain itu, para pekerja juga diduga tidak menggunakan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara lengkap. Sejumlah pekerja terlihat tidak memakai helm proyek saat bekerja. Namun setelah awak media mengambil dokumentasi, pihak mandor disebut langsung sigap membagikan helm kepada para pekerja.

Sementara itu, Manda selaku konsultan saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa ketebalan pengecoran betonisasi tersebut seharusnya memiliki ukuran rata-rata 12/10 sentimeter dengan panjang pekerjaan sekitar 200 meter.

Di lokasi yang sama, seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap pembangunan jalan tersebut benar-benar memperhatikan kualitas agar tidak cepat rusak.

> “Ini sekarang bagus enggak? Jangan seperti jalan yang sebelumnya, baru jalan dua tahun sudah hancur. Memang sih banyak mobil tanah lewat, tapi kalau pembangunannya bagus harusnya kuat,” ucap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut. (Tim)

Sumber Berita: Gumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja
Bukan Sekadar Cat Luntur, MCS Pertanyakan Akuntabilitas Pembangunan Gedung Graha Mandiri Sukadiri
Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?
MusrenbangDes Perencanaan Penyusunan Rencana Kerja Desa Pondok Jaya
PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN
Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak
PANGGUNG POLITIK DIANTARA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANGERANG “Sebuah Analisa”
GOW-BANTEN SIAP “KETUK PINTU” BUPATI HINGGA BPK! Proyek Revitalisasi SDN Cilaban Bulan 2 Rp1 Miliar Makin Disorot
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:31 WIB

Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Bukan Sekadar Cat Luntur, MCS Pertanyakan Akuntabilitas Pembangunan Gedung Graha Mandiri Sukadiri

Kamis, 24 September 2026 - 20:38 WIB

Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIB

MusrenbangDes Perencanaan Penyusunan Rencana Kerja Desa Pondok Jaya

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com