Dokter Muda UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Medan, Turut berduka cita atas matinya masa depan dokter muda di FK UISU. Habis manis sepah dibuang, pepatah ini seakan-akan menggambarkan nasib dari 196 dokter muda di FK UISU.

Matinya rasa empati dekan FK UISU, alih-alih mencarikan solusi tetapi malah mematikan masa depan dan cita-cita anak didiknya begitu saja.

Hal itu diketahui dengan dilaporkannya Dekan FK berinisial DR.dr. MS men- *DO* kan 196 dokter muda dan dugaan penahanan sertifikat profesi dokter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenyataannya pendidikan dokter (umum) dibagi menjadi dua tahapan, pendidikan akademik dan pendidikan profesi yang adalah satu kesatuan.

Mengikuti sistem pendidikan di Indonesia, diatur dalam kurikulum, dan dibebankan satuan kredit semester (SKS).

Selesai menempuh pendidikan akademik, mendapat ijasah sked, lanjut ke pendidikan profesi (koas) dan sudah menyelesaikan semua kewajiban berKurikulum (mata kuliah pendidikan profesi) dan SKS, tetapi berujung *DO*

Hal ini diketahui pada Jum’at (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wib dimana saat itu pelapor bernama Mika Wirdani dkk memberikan pernyataannya bahwa, akibat dari tidak diberikannya sertifikat profesi miliknya, beliau di *DO* padahal sudah menyelesaikan seluruh tanggung jawab program pendidikan profesi dokter. Bahkan Mika Wirdani yang mewakili sejumlah rekannya meminta agar aparat benar – benar dapat melihat dan menyelidiki kasus ini dengan objektif. Apalagi akibat adanya kejadian ini, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah).

Sementara itu, Rektor UISU Prof Dr. Safrida S.E M. Si yang mengetahui hal itu ketika diminta konfirmasi oleh awak media ini seakan bungkam.

Ini adalah cerminan kegagalan berpikir seorang pimpinan.

Hal ini seakan menambah kecurigaan para dokter yang telah berkuliah di kampus tersebut, bahkan dokter yang telah berkuliah dikampus tersebut meminta agar para orang tua yang akan memasukkan anaknya di kampus UISU untuk berfikir dua kali agar hal yang dialami oleh mereka tidak terjadi kepada anak baru nantinya. *(Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cabai Rawit Tembus Rp91 Ribu per Kilogram, Kenapa Bisa Semahal Ini?
Usai Aksi Damai, Pihak CV Klarifikasi dan Janji Tingkatkan Kualitas Jalan Jati–Sepatan
Pemerintah Desa Pakualam Kecamatan Pakuhaji Tangerang Himbau Masyarakat Jaga Diri, Keluarga Dan Lingkungan Dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Begini Cara Membersihkannya
Aksi Damai PERMAYSURI Berjalan Kondusif, Ijum Setiawan Apresiasi Kepolisian dan Peserta Aksi
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Gelar Sertijab Wakapolresta dan Kasat Reskrim
Iklan
Masyarakat Sukadiri Siap Gelar Aksi Damai Soroti Perbaikan Jalan yang Dinilai Asal-Asalan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:01 WIB

Harga Cabai Rawit Tembus Rp91 Ribu per Kilogram, Kenapa Bisa Semahal Ini?

Selasa, 8 September 2026 - 01:22 WIB

Usai Aksi Damai, Pihak CV Klarifikasi dan Janji Tingkatkan Kualitas Jalan Jati–Sepatan

Senin, 7 September 2026 - 00:35 WIB

Pemerintah Desa Pakualam Kecamatan Pakuhaji Tangerang Himbau Masyarakat Jaga Diri, Keluarga Dan Lingkungan Dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 13:18 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Begini Cara Membersihkannya

Minggu, 6 September 2026 - 10:40 WIB

Aksi Damai PERMAYSURI Berjalan Kondusif, Ijum Setiawan Apresiasi Kepolisian dan Peserta Aksi

Berita Terbaru

Opini

Pendidikan Karakter: Memupuk Manusia Tahan Uji

Kamis, 10 Sep 2026 - 00:59 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com