Kereeeen!!! Ketua MCS Sukadiri Diam-diam Penulis Produktif, 9 Buku Terbit dalam Dua Tahun

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tangerang, Ketua Media Center Sukadiri (MCS) Kabupaten Tangerang, Ijum Setiawan, S.S., S.H., ternyata menyimpan sisi lain yang jarang diketahui publik. Di balik aktivitasnya di dunia media dan informasi, ia diam-diam konsisten menekuni dunia literasi hingga berhasil menerbitkan 9 buku dalam dua tahun terakhir.

Ijum Setiawan yang juga dikenal dengan nama pena Setiawan Rois, kembali melahirkan karya terbarunya. Buku ke-5 miliknya berjudul “Sajak-Sajak Cinta Bagi Mereka yang Bertahan Dalam Duka” resmi terbit pada Kamis, 12 Februari 2026.
Buku tersebut merupakan kumpulan karya sastra yang memotret pergulatan rasa, keteguhan hati, dan refleksi mendalam tentang cinta, luka, serta ketabahan. Gaya penulisannya yang emosional dan dekat dengan realitas hidup, membuat karya-karyanya kerap meninggalkan kesan bagi pembaca.

Alhamdulillah, dalam setahun saya bisa menerbitkan dua buku,” ujar Ijum Setiawan.

Adapun karya yang telah diterbitkan antara lain:
Melodi Dalam Sunyi (Sajak)
Mari Kita Renungkan (Refleksi)
Rujakan Aksara Jilid 2 (Puisi & Sajak)
Dari Kata Menjadi Karya (Kiat menulis bagi pemula)

Sajak-Sajak Cinta Bagi Mereka yang Bertahan Dalam Duka (Sajak)
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan terbit kembali buku ke-6. Sementara pada April 2026, ia menargetkan penerbitan tiga buku sekaligus, yakni:

• Merajut Cinta Dengan Allah (Membangun Jiwa Ikhlas) (Refleksi)
• Aku Ini Anakmu Mak (Novel)
• Shanty: Cerita Yang Tak Usai Ku Tulis (Novel)

Menariknya, Ijum Setiawan menegaskan bahwa seluruh karyanya diterbitkan dalam bentuk buku cetak (fisik) dan tidak disebarkan melalui media digital maupun elektronik, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses literasi dan nilai eksklusivitas karya.

Ia juga menjelaskan bahwa nama pena Setiawan Rois dipilih karena kata “Rois” merupakan gabungan nama orang tuanya.

“Rois itu saya ambil dari nama bapak dan ibu. Saya juga dikenal dengan nama Rais, Opsih, dan Ijum Setiawan,” tambahnya.

Dengan terbitnya buku ke-5 ini, ia berharap karya-karyanya dapat memberikan manfaat, menjadi teman bagi pembaca, sekaligus meninggalkan kesan yang lebih spesifik dan mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskusi Publik FORJA Banten Tekankan Transparansi dan Keberlanjutan Program MBG di Pandeglang
Jurnalis, Polri, dan TNI Rajut Sinergi Kebangsaan dalam Diskusi Kebersamaan di Waroeng Garasi Panimbang
Ketua MCS Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila: Ajak Media Kuatkan Nilai Kebangsaan
Pemerintah Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila
Apakah Daging Kurban Harus Langsung Dimasak? Ini Faktanya!
Cara Membersihkan Daging Kambing Kurban Agar Tidak Bau Prengus, Enak Dibikin Sate
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SMP Mathla’ul Anwar Sukadiri Gelar LDKO di Tangerang Volunteer Park PMI Kabupaten Tangerang
Kepsek SMP Mathla’ul Anwar Sampaikan Ucapan Idul Adha, Ajak Siswa Perkuat Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:10

Diskusi Publik FORJA Banten Tekankan Transparansi dan Keberlanjutan Program MBG di Pandeglang

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:30

Jurnalis, Polri, dan TNI Rajut Sinergi Kebangsaan dalam Diskusi Kebersamaan di Waroeng Garasi Panimbang

Senin, 1 Juni 2026 - 02:24

Ketua MCS Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila: Ajak Media Kuatkan Nilai Kebangsaan

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:21

Pemerintah Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:11

Apakah Daging Kurban Harus Langsung Dimasak? Ini Faktanya!

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com