KUHP Baru Mulai Berlaku Januari 2026, Atur Sanksi Pidana Perzinaan dan Hidup Bersama di Luar Nikah

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Pemerintah resmi memberlakukan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai awal 2026. Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian publik adalah pengaturan pidana perzinaan dan praktik hidup bersama tanpa ikatan perkawinan atau kohabitasi.

Pemberlakuan KUHP baru dimulai pada hari kerja pertama tahun 2026, Jumat (2/1/2026), berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Regulasi ini menggantikan KUHP lama yang telah berlaku sejak masa kolonial.

KUHP Baru Mulai Berlaku Serentak Nasional

KUHP baru merupakan hasil pembaruan hukum pidana nasional yang disusun untuk menyesuaikan hukum dengan nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Di dalamnya terdapat perubahan mendasar, termasuk pengaturan ulang delik kesusilaan.

Dua pasal yang menonjol dalam pembaruan ini adalah Pasal 411 tentang perzinaan dan Pasal 412 tentang kohabitasi atau kumpul kebo.

Pasal 411 KUHP tentang Perzinaan

Pasal 411 ayat (1) KUHP baru berbunyi:

“Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.”

Ketentuan ini menegaskan bahwa perbuatan persetubuhan di luar ikatan perkawinan yang sah dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam KUHP baru.

Penjelasan Pasal 411: Lima Kondisi Perzinaan

Dalam penjelasan Pasal 411, perzinaan diperinci mencakup beberapa kondisi. Setidaknya terdapat lima bentuk perbuatan yang termasuk dalam kategori perzinaan.

Pertama, pria yang terikat perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya.

Kedua, perempuan yang terikat perkawinan melakukan persetubuhan dengan pria yang bukan suaminya.

Ketiga, pria yang tidak terikat perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang diketahui telah menikah.

Keempat, perempuan yang tidak terikat perkawinan melakukan persetubuhan dengan pria yang diketahui telah menikah.

Kelima, pria dan perempuan yang sama-sama tidak terikat perkawinan melakukan persetubuhan.

Perincian tersebut memperluas cakupan delik perzinaan dibandingkan pengaturan sebelumnya dan menegaskan subjek hukum yang dapat dikenai sanksi pidana.

Pasal 412 KUHP tentang Kohabitasi

Selain perzinaan, KUHP baru juga mengatur pidana terhadap praktik hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 412 ayat (1) KUHP, yang berbunyi:

“Setiap Orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.”

Dalam pasal ini, praktik yang selama ini dikenal dengan istilah kumpul kebo secara resmi disebut sebagai kohabitasi.

Kohabitasi Dimaknai Hidup Bersama Menyerupai Suami Istri

Penjelasan Pasal 412 menyebutkan bahwa kohabitasi adalah hidup bersama antara pria dan perempuan yang menyerupai hubungan suami istri, meskipun tidak terikat dalam perkawinan yang sah secara hukum.

Pengaturan ini menandai pengakuan eksplisit negara terhadap praktik kohabitasi sebagai perbuatan yang memiliki konsekuensi hukum pidana.

Delik Aduan, Tidak Berlaku Otomatis

Meski telah resmi berlaku, pasal perzinaan dan kohabitasi tidak dapat diproses secara otomatis oleh aparat penegak hukum. Kedua pasal tersebut termasuk delik aduan.

Artinya, proses hukum hanya dapat berjalan apabila terdapat pengaduan dari pihak tertentu, yakni suami atau istri yang sah, orang tua, atau anak dari pelaku.

Tanpa adanya laporan resmi dari pihak yang berhak, aparat penegak hukum tidak dapat memulai proses penyelidikan maupun penuntutan.

Dengan berlakunya KUHP baru pada 2026, ketentuan mengenai perzinaan dan kohabitasi kini memiliki dasar hukum pidana yang jelas. Pengaturan ini sekaligus menegaskan batasan perbuatan yang dapat diproses secara hukum dalam ranah kesusilaan.

Sumber Berita: nnc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FORJA Banten dan GWI DPD Banten Pertanyakan Pengawasan Korcam Menes dan KSPPG Terkait Dugaan Legalitas Dapur MBG
Meriahkan HUT Republik Indonesia Ke 81, Kecamatan Mauk Gelar Gerak Jalan Santai
Ropiudin Kepala Desa Pakualam Bersama Ketua TP PKK Desa Pakualam Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sambut Kemerdekaan Sebagai Penguat Persatuan, Semangat Gotong Royong Dan Kepedulian Sosial
Semarak Kemerdekaan Pemerintah Kecamatan Sukadiri ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81
Kajian Hukum: Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?
Sekretaris PPBNI Satria Banten DPAC Pagelaran Apresiasi Pelantikan Dean Bayu Pradana sebagai Bendahara Karang Taruna Kabupaten Pandeglang
GINTUNG DAN BAU PEMBIARAN: Ketika Sampah Menumpuk, Kepercayaan Publik Ikut Membusuk
Kapolres Metro Tangerang Kota Kunjungi STISNU Nusantara, Bahas Sinergi Pendidikan dan Kamtibmas
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:55

FORJA Banten dan GWI DPD Banten Pertanyakan Pengawasan Korcam Menes dan KSPPG Terkait Dugaan Legalitas Dapur MBG

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:55

Meriahkan HUT Republik Indonesia Ke 81, Kecamatan Mauk Gelar Gerak Jalan Santai

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:06

Ropiudin Kepala Desa Pakualam Bersama Ketua TP PKK Desa Pakualam Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sambut Kemerdekaan Sebagai Penguat Persatuan, Semangat Gotong Royong Dan Kepedulian Sosial

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:44

Semarak Kemerdekaan Pemerintah Kecamatan Sukadiri ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:41

Kajian Hukum: Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com