Musim Kemarau, Dokter Ingatkan Bahaya Dehidrasi: Jangan Tunggu Haus Baru Minum

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Dokter spesialis gizi klinik Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM mengatakan tubuh akan lebih banyak kehilangan cairan selama musim kemarau, terutama melalui keringat, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? Karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” kata Raissa ketika ditemui di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah, konsentrasi menurun, sakit kepala, hingga tekanan darah turun. Dalam kondisi yang lebih berat, dehidrasi dapat menyebabkan gangguan ginjal dan penurunan kesadaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raissa mengatakan sejumlah gejala perlu diwaspadai sebagai tanda tubuh kekurangan cairan. Gejala tersebut antara lain rasa haus, bibir kering, mulut kering, sakit kepala, lemas, sulit berkonsentrasi, warna urine lebih pekat, serta frekuensi buang air kecil yang menurun.

“Gejala yang lebih berat lagi: pusing saat berdiri, jantung berdebar cepat, lemas, kebingungan, penurunan kesadaran,” ujar dokter yang menamatkan pendidikan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Raissa menyampaikan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat musim kemarau, adalah mengonsumsi air putih secara berkala.

“Jangan tunggu haus baru minum. Biasakan minum berkala. Minum lebih sering terutama jika banyak berkeringat,” kata dia.

Untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, Raissa merekomendasikan konsumsi makanan dengan kandungan air tinggi, seperti buah dan sayuran. Beberapa di antaranya adalah semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, ketimun, tomat, dan sayuran berkuah.

“Minuman elektrolit jika berkeringat sangat banyak atau olahraga intens,” imbuh dia.

Selain menjaga asupan cairan, Raissa menyarankan masyarakat menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Menurut dia, warna urine juga dapat menjadi salah satu indikator sederhana untuk mengetahui kecukupan cairan tubuh.

“Kalau warna (urine) makin pekat, bisa jadi itu tanda tubuh perlu lebih banyak cairan,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC itu.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang diperkirakan baru mulai meluruh pada awal 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blokir Nomor Wartawan, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten Resmi Laporkan Kepala Puskesmas Cikeusal ke Ombudsman Banten
Kopi Bikin Melek, Tapii Benarkah Meningkatkan Konsentrasi?
Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga
Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang
Korban Laka Lantas Diduga Lamban Ditangani di RS Hermina Cilegon, Ketum GWI Soroti Respons Pelayanan IGD
Menakar Makna Olahraga bagi Remaja
Kenapa Suka Pusing atau Berkunang-kunang Saat Berdiri?
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:33 WIB

Blokir Nomor Wartawan, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten Resmi Laporkan Kepala Puskesmas Cikeusal ke Ombudsman Banten

Minggu, 27 September 2026 - 18:39 WIB

Kopi Bikin Melek, Tapii Benarkah Meningkatkan Konsentrasi?

Jumat, 25 September 2026 - 20:31 WIB

Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Jumat, 25 September 2026 - 20:25 WIB

Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 09:36 WIB

Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang

Berita Terbaru

Kuliner

Klepon: Si Hijau yang Menyimpan Manisnya Kenangan Masa Lalu

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:21 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com