Kenapa Suka Pusing atau Berkunang-kunang Saat Berdiri?

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Pernah merasa kepala tiba-tiba ringan, pandangan berkunang-kunang, atau seperti mau jatuh ketika bangkit dari duduk? Sebagian orang merasakan sensasi ini. Simak penjelasannya.

Sensasi pusing atau berkunang-kunang biasanya hanya berlangsung beberapa detik sebelum tubuh kembali terasa normal.

Meski sering dianggap sepele, kondisi tersebut sebenarnya berkaitan dengan cara tubuh menyesuaikan diri ketika posisi berubah. Dalam istilah medis, salah satu penyebabnya adalah orthostatic hypotension atau hipotensi ortostatik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir studi dari Academy of Family Physicians, saat seseorang berdiri, gravitasi membuat sekitar 500 hingga 1.000 mililiter darah berkumpul sementara di tungkai dan area perut.

Akibatnya, darah yang kembali ke jantung berkurang. Tubuh kemudian seharusnya merespons dengan mempercepat denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah agar tekanan darah tetap terjaga.

Jika respons tersebut tidak cukup cepat atau tidak cukup kuat, maka aliran darah ke otak dapat berkurang sementara. Inilah yang dapat membuat seseorang merasa pusing, pandangan kabur atau menghitam, lemas, bahkan hampir pingsan.

Gejalanya dapat berupa kepala terasa ringan, pandangan terganggu, jantung berdebar, sesak, nyeri dada, hingga pingsan. Mengutip The Lancet Neurology, bentuk dan waktu munculnya gejala dapat berbeda-beda. Ada yang muncul segera setelah berdiri, ada pula yang baru terasa beberapa menit kemudian.

Kenapa tekanan darah bisa turun saat berdiri?

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan tekanan darah ketika berpindah posisi.

1. Berdiri terlalu cepat

Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan perubahan posisi. Ketika seseorang langsung bangkit dari duduk atau berbaring, perubahan tekanan darah dapat terjadi sangat cepat sebelum mekanisme kompensasi tubuh bekerja optimal.

2. Kurang cairan

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab yang cukup umum. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah ikut berkurang sehingga tubuh lebih sulit mempertahankan tekanan darah saat berdiri.

Kondisi ini bisa terjadi setelah banyak berkeringat, muntah, diare, atau sekadar kurang minum.

3. Anemia atau kekurangan darah

Jumlah sel darah merah yang rendah, termasuk akibat anemia, dapat membuat tubuh lebih sulit memasok oksigen ke jaringan. Kekurangan darah juga dapat mengurangi volume darah sehingga gejala lebih mudah muncul ketika berdiri.

Oleh karena itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah jika keluhan terus berulang untuk mencari kemungkinan anemia atau penyebab lain.

4. Efek obat tertentu

Menukil jurnal JAMA Internal Medicine, sejumlah obat dapat menurunkan tekanan darah atau mengganggu respons tubuh terhadap perubahan posisi. Di antaranya beberapa obat hipertensi, diuretik, obat pelebar pembuluh darah, dan jenis obat tertentu untuk kondisi lain.

Jika keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikannya sendiri. Konsultasikan dengan dokter untuk melihat apakah obat tersebut berperan.

5. Diabetes

Diabetes juga dapat berkaitan dengan hipotensi ortostatik. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengatur fungsi otomatis tubuh, termasuk respons terhadap perubahan posisi. Akibatnya, pembuluh darah tidak selalu dapat menyempit dengan optimal ketika seseorang berdiri.

6. Gangguan jantung

Masalah seperti gangguan irama jantung atau kondisi yang membuat kemampuan jantung memompa darah terganggu juga dapat menyebabkan atau memperburuk keluhan saat berdiri.

7. Gangguan sistem saraf

Pada sebagian orang, masalahnya bukan sekadar kurang minum atau berdiri terlalu cepat. Sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah dan denyut jantung dapat mengalami gangguan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah penyakit saraf, termasuk penyakit Parkinson dan beberapa bentuk neuropati.

Sesekali merasa sedikit berkunang-kunang setelah berdiri cepat bisa saja terjadi. Namun, jika keluhan sering berulang, semakin berat, menyebabkan jatuh atau pingsan, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka sebaiknya diperiksakan.

Dokter dapat mengevaluasi tekanan darah dan denyut jantung dalam posisi berbaring maupun berdiri, kemudian mencari kemungkinan penyebab seperti dehidrasi, anemia, efek obat, diabetes, gangguan jantung, atau masalah sistem saraf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blokir Nomor Wartawan, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten Resmi Laporkan Kepala Puskesmas Cikeusal ke Ombudsman Banten
Kopi Bikin Melek, Tapii Benarkah Meningkatkan Konsentrasi?
Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga
Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang
Korban Laka Lantas Diduga Lamban Ditangani di RS Hermina Cilegon, Ketum GWI Soroti Respons Pelayanan IGD
Musim Kemarau, Dokter Ingatkan Bahaya Dehidrasi: Jangan Tunggu Haus Baru Minum
Menakar Makna Olahraga bagi Remaja
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:33 WIB

Blokir Nomor Wartawan, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten Resmi Laporkan Kepala Puskesmas Cikeusal ke Ombudsman Banten

Minggu, 27 September 2026 - 18:39 WIB

Kopi Bikin Melek, Tapii Benarkah Meningkatkan Konsentrasi?

Jumat, 25 September 2026 - 20:31 WIB

Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Jumat, 25 September 2026 - 20:25 WIB

Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 09:36 WIB

Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang

Berita Terbaru

Berita

Bupati Tangerang Buka Festival Budaya Pakuhaji

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:50 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com