Pengelolaan Pasar Sepatan Amburadul, Pengguna Jalan Ikut Terdampak, Tanggung Jawab Siapa,?

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com, Sepatan — Kondisi Pasar Sepatan kembali menjadi sorotan publik. Dugaan salah urus dalam pengelolaan pasar kini tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga berdampak langsung pada pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut,” Senin (04/05/2026)

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pedagang yang meluber hingga ke badan jalan menyebabkan kemacetan parah, mempersempit ruang kendaraan, hingga meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi ini mencerminkan lemahnya tata kelola serta minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Permasalahan ini bukan hal baru. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan kerap menjadi penyebab terganggunya arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah daerah pun sebelumnya telah melakukan penertiban di beberapa wilayah, namun implementasinya dinilai belum konsisten.

Ijum Setiawan SH “Ketua MCS Sukadiri dalam keterangannya menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menilai ada pembiaran yang sistemik dalam pengelolaan Pasar Sepatan.

“Ini bukan sekadar persoalan pasar yang padat, tetapi kegagalan dalam tata kelola. Jika dibiarkan, bukan hanya pedagang yang dirugikan, tapi masyarakat luas, terutama pengguna jalan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah tegas dan terukur, bukan sekadar penertiban sementara.

“Kami sebagai pengguna jalan meminta pemerintah Kabupaten Tangerang tidak hanya melakukan bersih-bersih sesaat. Harus ada tindakan nyata, termasuk penataan ulang dan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang melanggar aturan,” lanjutnya.

Keluhan juga datang dari warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Mereka mengaku kemacetan kerap terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Selain itu, kondisi jalan yang semrawut juga dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua dan roda empat.

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah menegaskan pentingnya penataan pasar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang tertib dan aman. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan implementasi.

Jika tidak segera dibenahi, Pasar Sepatan berpotensi menjadi contoh nyata buruknya tata kelola ruang publik. Ketika kepentingan ekonomi tidak diimbangi dengan pengaturan yang baik, maka yang terjadi adalah kekacauan yang merugikan semua pihak kini, publik menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.

Pertanyaannya sederhana: apakah kondisi ini akan terus dibiarkan, atau ada keberanian untuk menata ulang demi kepentingan bersama?

“Pertanyaannya sederhana, ke mana aliran retribusi pasar selama ini? Jika pungutan tetap berjalan, maka seharusnya ada dampak nyata terhadap penataan dan fasilitas pasar. Jangan sampai ada kesan bahwa uang berputar, tapi kondisi tetap semrawut,” ujarnya.

menegaskan bahwa pemerintah daerah harus membuka secara transparan pengelolaan pendapatan pasar, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin berprasangka, tetapi kondisi seperti ini wajar menimbulkan pertanyaan publik. Maka transparansi adalah kunci—agar kepercayaan masyarakat tidak hilang,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua LKSA Izmi Ucapkan Selamat Milad ke-55 PT AirNav Indonesia
Ketua Umum dan Sekjen FORJA Banten Kunjungi Markas Besar AnalisasiBerNews.com, Perkuat Sinergitas Media dan Aktivis
Miris, Janda Anak Dua Desa Gaga Pakuhaji Tangerang Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni
Ketua MCS Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan terhadap Anggota MCS dan Pimpinan Redaksi Bantennet
Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa
Rampungkan Wasdal II, Tim Baharkam Polri Beri Nilai Kategori Emas untuk PT Petrokimia Gresik
Apresiasi KNPI Pandeglang atas Langkah Kejaksaan Agung dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG: Menjaga Kesadaran Publik dan Integritas Hukum
Rohmat Soroti Maraknya Dugaan Rangkap Jabatan, Desak Pemkab Pandeglang Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:50

Ketua LKSA Izmi Ucapkan Selamat Milad ke-55 PT AirNav Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 - 09:59

Ketua Umum dan Sekjen FORJA Banten Kunjungi Markas Besar AnalisasiBerNews.com, Perkuat Sinergitas Media dan Aktivis

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:33

Miris, Janda Anak Dua Desa Gaga Pakuhaji Tangerang Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:44

Ketua MCS Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan terhadap Anggota MCS dan Pimpinan Redaksi Bantennet

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:19

Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com