Suarapanturanews.com — Di era modern saat ini, pendidikan menghadapi permasalahan besar distu disisi askes terhadap informasi terbuka lebar, namun di sisi lain, fokus dan motivasi belajar peserta didik justru menunjukkan adanya penurunan. Pembelajaran sangatlah memiliki tantangan serius mengenai kualitas belajar, bisa kita rasakan rendahnya motivasi belajar peserta didik menjadi isu utama dikarenakan siswa(individu) merasa bosan dengan metode ceramah saat belajar.
Dari isu utama itu adanya goresan pengaruh teknologi seperti media sosial membuat siswa mengalihkan perhatian dari proses belajarnya, dimana seharusnya teknologi menjadi alat bantu, sering kali justru menjadi distraksi utama. Guru sekarang tidak hanya bertarung dengan rasa malas siswa, tetapi dengan algoritma ponsel pintar. Adapun siswa sekarang banyak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yang membuat guru sering kesulitan dalam mengelola kelas tersebut. Dari tantangan ini dibutuhkan strategi peningkatan kulitas belajar peserta didik yang lebih efektif.
Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru dan dapat membentuk suatu perubahan diri individu baik dengan lingkungannya maupun dengan inividu lainnya. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Adanya 3 teori belajar yaitu behavioristik menekankan pada peran stimulus dan respons dalam proses belajar, kognitif berfokus pada bagaimana peserta didik memproses informasi dan membangun pengetahuan, dan konstruktivistik menekankan pada peran aktif peserta didik dalam membangun pengetahuanya sendiri. Prinsip pembelajaran efektif mencakup perhatian, motivasi keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan, relevansi materi dan perbedaan kesemua individu dapat berimplikasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran yang aktif adalah srategi yang mampu menggeser peran siswa dari pasif menjadi partisipasi aktif (Active Learning) merupakan pola menyimak atau mendengarjakan yang dilakukan oleh individu untuk dapat menerima informasi dengan baik, strategi pendekatan yang berpusat pada siswa, dimana siswa terlibat langsung melalui diskusi, pemecahan masalah, dan studi kasus. Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi pembelajaran yang bermakna yang dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki, siswa bisa memecahkan masalah nyata sebagai strategi point dalam pembelajaran.
Cooperative Learning menumbuhkan keterampilan sosial dan kerja sama yang diperlukan dalam proses pembelajaran, strategi ini menitik beratkan pada ketergantungan positif, tanggung jawab individu, dan interaksi tatap muka dimana keberhasilan siswa itu dipengaruhi oleh keberhasilan kelompok. Dan terakhir Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan pembelajaran yang menjadikan pesrta didik sebagai subjek/ pusat pembelajaran, proyek jangka panjang yang mengintegritaskan multiple skills.
Adapun beberapa contoh yang kita pernah rasakan dan masih dirasakan saat ini dalam setiap mata kuliah, dosen menerapkan strategi PjBL dengan membagi siswa beberapa kelompok untuk menyelesaikan soal proyek akhir semester yang harus dikerjakan bersama. Penggunaan media pembelajaran yang mahasiswa gunakan saat melakukan pengerjaan proyek yaitu canvas untuk memaparkan materi secara singkat mengenai hasil proyek dan pengumpulan tugas, adanya penggunakan word secara bersama-sama dapat membantu mahasiswa menyusun proyek secara benar dan relevan, dan terakhir yaitu editing (capcut), mahasiswa menggunakan media editing untuk melakukan pengeditan video bersama rekan-rekan selama melakukan proyek akhir tersebut.
Berikut adalah alur yang biasa kita sarakan sebagai mahasiswa, pertama dosen menjelaskan hasil proyek semisal video dokumentasi, kedua mahasiswa membentuk tim yang terdiri dari 4-5 orang dan menentukan pembagian tugasnya, ketiga selama kurang lebih 3-4 minggu mahasiswa turun ke lapangan. Dalam ruangan kelas, adanya sesi diskusi mengenai kendala yang mungkin dihadapi, keempat diakhir semester proyek dipresentasikan, terkahir biasanya dilakukanya pameran karya di kampus.
Setiap strategi pembelajaran itu memiliki sisi terang dan tantanganya sendiri yang perlu dianalisis lagi secara kritis, adapun kelebihannya yaitu mencakup peningkatan keterlibatan tinggi melalui elemen menyenangkan dan relevan dapat membuat siswa merasa memiliki proses belajarnya sendiri, membantu pemahaman konsep mendalam melalui aplikasi nyata materi tidak hanya dihafal untuk ujian, tetapi dipahami secara fungsional, serta mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan kreativitas untuk kurikulum.
Dari kelebihan strategi adapun keterbatasannya meliputi persiapan kebutuhan waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar dari pendidik dibandingkan sekedar ceramah terutama di sekolah pedesaan dengan fasilitas minimal, jika tidak ada pengawasan dengan ketar, dalam pengerjaan tugas kelompok, peserta didik lebih dominan akan bekerja sendiri sementara yang lain hanya menumpang nama, dan terakhir yaitu tidak semua materi cocok menggunakan metode proyek, beberapa materi dasar mungkin masih memerulukan penjelasan yang terstruktur.
Dari kelebihan dan keterbatasan bisa diartikan : kelebihan dominan jika guru dilatih, namun keterbatasan dapat diatasi dengan pendekatan terpadu dan pelatihan berkelanjutan.
Kualitas pendidikan tidak bisa ditentukan oleh seberapa canggih infrastruktur sekolahnya, melainkan seberapa efektif interaksi belajar-mengajar yang terjadi di dalam kelas. Inovasi pembelajaran bukan sekedar pilihan, tetapi keharusan untuk bersaing secara global. Disini guru berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai satu-satunya sumber ilmu, guru bisa memandu peserta didik untuk menemukan potensi dirinya. Mari tingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui strategi efektif bisa dimulai dari kita terlebih dahulu. Melalui komitmen bersama, kita tidak hanya mencetak generasi yang pintar secara akademis tetapi juga generasi yang kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan.
Penulis : Ni Komang Diah Okta Patrisia, Program studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pendidikan Ganesha
Sumber Berita: nnc












