UMP 2026 Sudah Ditetapkan, Intip Upah Minimum di 36 Provinsi

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Tenggat waktu pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sudah habis. Para Kepala Daerah telah mengumumkan ketetapan UMP 2026.

 

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli memberikan tenggat waktu penetapan kenaikan upah minimum dan pengumuman UMP 2026 kepada Kepala Daerah dilakukan paling lambat pada 24 Desember 2026.

 

“Khusus untuk tahun 2026, Gubernur menetapkan besaran kenaikan upah selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2025,” kata Yassierli pada Rabu, 17 Desember 2025.

 

Dalam rentang waktu 1 minggu setelah instruksi diumumkan Menaker, Kepala Daerah dari berbagai Provinsi telah mengumumkan UMP 2026 dan menetapkan kenaikan upah minimum 2026.

 

Kenaikan UMP 2026 Bervariasi

 

Lantaran sebelumnya telah disebutkan Menaker Yassierli, kenaikan UMP 2026 di berbagai Provinsi ditetapkan secara bervariasi. Menkaer Yassierli memberikan kebebasan untuk Dewan Pengupahan Daerah menentukan kenaikan upah minimum 2026.

 

Hal inilah yang membuat kenaikan UMP 2026 berbeda-beda dari satu Provinsi dan Provinsi lainnya. Kenaikan upah minimum 2026 yang sudah ditetapkan sangat bervariasi mulai dari 2% hingga 9%.

 

Dari kenaikan upah minimum 2026 yang sudah diumumkan, tidak semua Provinsi menetapkan kenaikan upah. Salah satu Provinsi yang tidak menetapkan kenaikan upah minimum 2026 yakni Provinsi Papua Tengah. Provinsi Papua Tengah masih menggunakan UMP 2025 sebagai UMP 2026.

 

Berbeda dengan Provinsi Papua Tengah, Provinsi Sulawesi Tengah justru menjadi Provinsi dengan kenaikan upah minimum 2026 tertinggi. Provinsi ini menetapkan kenaikan upah yang cukup tinggi yakni sebesar 9,08%.

 

Dua Provinsi Belum Tetapkan Kenaikan UMP 2026

 

Meski telah melewati tenggat waktu yang diberikan, rupanya masih ada dua provinsi yang belum menetapkan kenaikan UMP 2026. Kedua provinsi yang belum menetapkan upah minimum 2026 tersebut adalah Provinsi Aceh dan Papua Pegunungan.

 

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan Provinsi Aceh kemungkinan tetap menggunakan UMP 2025 sebagai UMP 2026.

 

“Kalau Aceh, kemungkinan akan tetap menggunakan UMP 2025 karena kondisi pasca bencana,” jelas Indah.

 

Lebih lanjut Indah mengatakan hingga kini belum mendapatkan informasi terkait kenaikan UMP 2026 Papua Pegunungan. Menelisik lebih lanjut, dalam PP Nomor 49 Tahun 2025, penetapan upah minimum 2026 paling lambat ditetapkan pada 31 Desember 2025.

 

Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi

 

Hingga saat ini hanya ada 36 provinsi yang telah menetapkan kenaikan UMP 2026. Adapun kenaikan upah minimum 2026 dan ketetapan UMP 2026 di 36 provinsi tersebut adalah sebagai berikut.

 

Sumatera Utara: Rp3.228.701 (naik 7,9%)

Sumatera Barat: Rp3.214.846 (naik 6,3%)

Bengkulu: Rp2.827.250 (naik 5,89%)

Bangka Belitung: Rp4.035.000 (naik 4,05%)

Riau: Rp3.780.495 (naik 7,74%)

Jambi: Rp3.471.497 (naik 7,33%)

Kepulauan Riau: Rp3.879.520 (naik 7,06%)

Sumatera Selatan: Rp3.942.963 (naik 7,1%)

Lampung: Rp3.047.734 (naik 5,35%)

Banten: Rp3.100.881 (naik 6,74%)

DKI Jakarta: Rp5.729.876 (naik 6,17%)

Jawa Barat: Rp2.317.601 (naik 5,77%)

Jawa Tengah: Rp2.317.386 (naik 7,28%)

DI Yogyakarta: Rp2.417.495 (naik 6,78%)

Jawa Timur: Rp2.446.880 (naik 6,1%)

Bali: Rp3.207.459 (naik 7,04%)

Nusa Tenggara Barat: Rp2.673.861 (naik 2,72%)

Nusa Tenggara Timur: Rp2.455.898 (naik 5,45%)

Kalimantan Utara: Rp3.770.000 (naik 5,45%)

Kalimantan Timur: Rp3.759.313 (naik 5,1%)

Kalimantan Barat: Rp3.054.552 (naik 6,12%)

Kalimantan Selatan: Rp3.725.000 (naik 6,54%)

Kalimantan Tengah: Rp3.686.138 (naik 6,12%)

Gorontalo: Rp3.405.144 (naik 5,7%)

Sulawesi Utara: Rp4.002.630 (naik 6,01%)

Sulawesi Selatan: Rp3.921.008 (naik 7,21%)

Sulawesi Barat: Rp3.315.935(naik 4,78%)

Sulawesi Tengah: Rp3.179.565(naik 9,08%)

Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496 (naik 7,58%)

Maluku Utara: Rp3.552.840 (naik 3%)

Maluku: Rp3.334.499 (naik 6,1%)

Papua: Rp4.436.283 (naik 3,51%)

Papua Tengah: Rp4.295.848 (tetap)

Papua Selatan: Rp4.508.850 (naik 5,19%)

Papua Barat: Rp3.840.947 (naik 6,25%)

Papua Barat Daya: Rp3.766.000 (naik 4,2%)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam
KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset
Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81
Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Satu Tahun Berkarya Bersama Menginspirasi dan Berbagi, Media Center Sukadiri Rayakan Anniversary Ke – 1 Santuni Yatim Piatu
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:05

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:42

KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:50

Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13

Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:02

SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com