Suarapanturanews.com — Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani tapaki babak kedua Indonesia Masters 2026 setelah menang dua game langsung atas Sung Shuo Yun dari Chinese Taipei dengan skor 21-15, 21-15.
“Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan penampilan hari ini. Saya bisa mengeluarkan semua kemampuan saya,” kata Putri usai pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Babak pertama turnamen BWF World Tour Super 500 ini merupakan pertemuan kedelapan bagi kedua pemain. Putri unggul 6-2 dalam catatan rekor pertemuan.
“Di Australian Open 2025, saya bertemu dengan Sung, menurut saya hari ini dia bermain sangat safe. Sementara saya di game pertama dan kedua masih banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Putri.
“Di pertandingan tadi, saya lebih sering baca arah angin, karena arah anginnya agak berbeda dengan saat test court. Saya memang masih mencari pola main yang pas, tapi harus safe juga,” ujar Putri.
Ketika ditanya targetnya di Indonesia Masters 2026, Putri berharap bisa naik podium tertinggi. Pasalnya, ia belum pernah meraih gelar juara di level Super 500.
Diketahui, prestasi tertinggi Putri di level Super 500 adalah menjadi runner up, yakni di Australian Open 2025, Hylo Open 2025, dan Hong Kong Open 2024.
“Sangat termotivasi, karena saya sudah tiga kali dapat medali perak di level Super 500. Rasanya ingin banget juara di level Super 500 pertama saya di Indonesia,” tuturnya.
Mengenai peta kekuatan tunggal putri di Indonesia Masters tahun ini, pemain ranking 7 dunia itu menilai bahwa persaingan cukup ketat meski banyak pemain top yang tidak berpartisipasi.
“Walaupun di Daihatsu Indonesia Masters 2026 tidak banyak pemain top 10, tapi persaingan di tunggal putri sudah sangat ketat. Pemain yang lebih senior dari saya sudah konsisten, pemain yang lebih junior bermain dengan cukup baik dan nggak mau kalah dengan pemain senior,” ungkapnya.
Soal persiapan menghadapi babak 16 besar, juara turnamen Super 300 Korea Masters 2024 itu mengaku akan berjuang semaksimal mungkin demi mendapatkan hasil terbaik di Istora.
“Pingin habis-habisan karena di rumah sendiri. Soal kondisi, bisa dibilang main di level Super 1000 dan 750 itu lawan-lawannya nggak mudah, saya juga belum bisa sampai semifinal. Ada sedikit lelah, tapi saya harus bisa mengontrol pikiran dan badan juga untuk recovery,” pungkas Putri.






















