7 Kebiasaan Ayah yang Tanpa Sadar Melukai Perasaan Anak

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Banyak ayah berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Namun dalam kesibukan dan tekanan hidup, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa disadari dapat membuat anak merasa tidak didengar, tidak dihargai, atau bahkan tidak dicintai.

Luka emosional tidak selalu muncul dari tindakan besar. Sering kali, justru kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali meninggalkan kesan mendalam dalam hati anak.

Berikut tujuh kebiasaan ayah yang perlu diwaspadai.

1. Lebih Sibuk dengan Ponsel daripada Mendengarkan Anak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika anak sedang bercerita, perhatian penuh adalah hadiah yang sangat berharga. Mendengarkan sambil terus menatap layar ponsel membuat anak merasa bahwa ceritanya tidak penting.

Padahal, lima menit mendengarkan dengan sungguh-sungguh dapat membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Kehadiran yang utuh jauh lebih berarti daripada sekadar berada di tempat yang sama.

2. Mudah Kesal Saat Waktu Istirahat Terganggu

Setiap orang tentu membutuhkan waktu untuk beristirahat. Namun ketika ayah sering menunjukkan kekesalan saat anak datang mendekat, anak dapat menangkap pesan yang berbeda.

Mereka mungkin tidak memahami bahwa ayah sedang lelah. Yang mereka rasakan justru kehadiran mereka dianggap merepotkan. Jika terjadi terus-menerus, anak bisa menjadi enggan mendekat atau berbagi cerita.

3. Sulit Meminta Maaf Setelah Marah

Tidak ada orang tua yang sempurna. Ada kalanya emosi memuncak dan kata-kata yang keluar melukai perasaan anak.

Meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan contoh kedewasaan. Saat ayah berani mengakui kesalahan, anak belajar bahwa setiap orang bertanggung jawab atas tindakannya dan hubungan yang baik dibangun melalui kerendahan hati.

4. Sering Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Kalimat seperti “Lihat temanmu lebih rajin” atau “Kenapa tidak bisa seperti kakakmu?” mungkin dimaksudkan untuk memotivasi.

Namun yang sering tertanam di hati anak adalah perasaan tidak cukup baik. Perbandingan membuat anak fokus pada kekurangannya, bukan pada potensi yang dimilikinya. Setiap anak memiliki keunikan dan proses tumbuh yang berbeda.

5. Memuji Hasil, Bukan Usaha

Ketika pujian hanya diberikan saat anak berhasil mendapat nilai tinggi atau memenangkan perlombaan, anak bisa menganggap bahwa kasih sayang harus diperoleh melalui prestasi.

Padahal, menghargai proses, kerja keras, dan ketekunan akan membantu anak memiliki mental yang lebih kuat. Mereka belajar bahwa usaha tetap bernilai meskipun hasilnya belum sesuai harapan.

6. Memilih Diam Saat Ada Masalah

Sebagian ayah terbiasa menyimpan masalah sendiri dan menghindari pembicaraan saat terjadi konflik. Anak yang melihat pola ini sering menirunya.

Akibatnya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang memilih menjauh atau memendam perasaan ketika menghadapi masalah. Padahal, komunikasi yang sehat adalah keterampilan penting yang perlu dicontohkan sejak dini.

7. Absen dalam Momen-Momen Kecil

Banyak orang tua berusaha hadir dalam momen besar seperti wisuda, ulang tahun, atau perayaan penting lainnya. Namun yang paling diingat anak sering kali adalah kehadiran dalam keseharian.

Menemani belajar, mendengarkan cerita sebelum tidur, bermain bersama, atau sekadar menanyakan kabarnya adalah momen sederhana yang membangun ikatan emosional yang kuat.

Menjadi ayah yang baik bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah kesediaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan membangun hubungan yang sehat dengan anak.

Anak tidak membutuhkan ayah yang sempurna. Mereka membutuhkan ayah yang hadir, mendengarkan, memahami, dan menunjukkan kasih sayang dalam tindakan nyata setiap hari.

Sumber Berita: nnc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sibuk Bekerja? Ini Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar
Stroberi Kaya Vitamin C, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Raih Enam Medali Asian Games 2026, PBSI Perkuat Pembinaan Menuju Olimpiade 2028
Ketua FRIC DPW Banten Instruksikan Seluruh Wartawan Awasi Pelayanan Publik
Intan Nurul Hikmah: Pemimpin dengan Feminisme yang Merangkul
Ramalan Zodiak Sagitarius Jumat 9 Oktober 2026: Ide Besar Perlu Dijaga
DTRB dan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Abaikan Panggilan Pengadilan: Bukti Tidak Taat Hukum?
10 Cara Hemat Sehari-Hari yang Bikin Dompet Tetap Aman
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Sibuk Bekerja? Ini Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Stroberi Kaya Vitamin C, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Raih Enam Medali Asian Games 2026, PBSI Perkuat Pembinaan Menuju Olimpiade 2028

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Ketua FRIC DPW Banten Instruksikan Seluruh Wartawan Awasi Pelayanan Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Intan Nurul Hikmah: Pemimpin dengan Feminisme yang Merangkul

Berita Terbaru

Opini

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:39 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com