Suarapanturanews.com — Apel merupakan salah satu jenis camilan sehat yang praktis dikonsumsi. Buah ini juga mengandung serat hingga sekitar 5 gram per buah.
Namun, sebelum mengonsumsinya, apel sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu yang tidak diinginkan.
“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., dalam siaran EatingWell pada Kamis (10/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Detwiler, mencuci apel dapat membantu menghilangkan kotoran sekaligus mengurangi mikroorganisme yang mungkin terdapat di permukaannya. Namun, proses pencucian tidak dapat mensterilkan apel atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.
Hal tersebut penting diperhatikan karena pisau atau alat pengupas yang digunakan untuk memotong apel berpotensi memindahkan kontaminasi dari permukaan luar ke bagian daging buah yang akan dikonsumsi.
Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles, Jackie Newgent, RDN, menyampaikan bahwa secara umum terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencuci apel dengan benar di rumah.
Pertama, gunakan sikat khusus buah dan sayuran yang bersih. Gosok seluruh permukaan apel secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir. Setelah itu, keringkan apel menggunakan handuk dapur bersih atau tisu dapur.
Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association, Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci apel.
“Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu. Baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur,” kata Vaccaro.
Ia juga menyarankan agar buah dan sayuran dijauhkan dari daging mentah, unggas, serta makanan laut. Selain itu, gunakan tangan, talenan, dan peralatan yang bersih untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Langkah tersebut penting untuk mencegah bakteri baru berpindah ke apel yang sudah dicuci.
Cara lain yang kerap dilakukan untuk membersihkan buah adalah merendamnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam hasil pertanian dalam larutan cuka atau soda kue dapat membantu mengurangi residu pestisida.
Sebuah meta-analisis yang meninjau sejumlah penelitian menemukan bahwa perendaman hasil pertanian, seperti tomat dan paprika, dapat mengurangi keberadaan pestisida tertentu. Namun, hasil penelitian bervariasi. Beberapa studi menunjukkan tidak adanya pengurangan, sedangkan penelitian lain melaporkan pengurangan residu hingga 94 persen.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui konsentrasi dan jenis larutan yang paling efektif dalam mengurangi residu pestisida.
Vaccaro mengingatkan bahwa tidak semua buah dan sayuran perlu direndam.
“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain mencuci dengan benar, bagian buah yang rusak sebaiknya dibuang. Area yang memar atau rusak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit.




















