Benarkah Apel Harus Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Tepat

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Apel merupakan salah satu jenis camilan sehat yang praktis dikonsumsi. Buah ini juga mengandung serat hingga sekitar 5 gram per buah.

Namun, sebelum mengonsumsinya, apel sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu yang tidak diinginkan.

“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., dalam siaran EatingWell pada Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Detwiler, mencuci apel dapat membantu menghilangkan kotoran sekaligus mengurangi mikroorganisme yang mungkin terdapat di permukaannya. Namun, proses pencucian tidak dapat mensterilkan apel atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.

Hal tersebut penting diperhatikan karena pisau atau alat pengupas yang digunakan untuk memotong apel berpotensi memindahkan kontaminasi dari permukaan luar ke bagian daging buah yang akan dikonsumsi.

Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles, Jackie Newgent, RDN, menyampaikan bahwa secara umum terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencuci apel dengan benar di rumah.

Pertama, gunakan sikat khusus buah dan sayuran yang bersih. Gosok seluruh permukaan apel secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir. Setelah itu, keringkan apel menggunakan handuk dapur bersih atau tisu dapur.

Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association, Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci apel.

“Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu. Baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur,” kata Vaccaro.

Ia juga menyarankan agar buah dan sayuran dijauhkan dari daging mentah, unggas, serta makanan laut. Selain itu, gunakan tangan, talenan, dan peralatan yang bersih untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Langkah tersebut penting untuk mencegah bakteri baru berpindah ke apel yang sudah dicuci.

Cara lain yang kerap dilakukan untuk membersihkan buah adalah merendamnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam hasil pertanian dalam larutan cuka atau soda kue dapat membantu mengurangi residu pestisida.

Sebuah meta-analisis yang meninjau sejumlah penelitian menemukan bahwa perendaman hasil pertanian, seperti tomat dan paprika, dapat mengurangi keberadaan pestisida tertentu. Namun, hasil penelitian bervariasi. Beberapa studi menunjukkan tidak adanya pengurangan, sedangkan penelitian lain melaporkan pengurangan residu hingga 94 persen.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui konsentrasi dan jenis larutan yang paling efektif dalam mengurangi residu pestisida.

Vaccaro mengingatkan bahwa tidak semua buah dan sayuran perlu direndam.

“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain mencuci dengan benar, bagian buah yang rusak sebaiknya dibuang. Area yang memar atau rusak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Digital Siswa
Ditolak, Dipecat, Diremehkan? Inilah Saatnya Bangkit dan Membuktikan Mereka Salah
Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan dan Masa Depan Generasi Mendatang
Abad Kedua NU dan Tantangan Mewujudkan Tajdid Peradaban
IPSI Kecamatan Mauk Resmi Dilantik, Abdul Ghofur SH: Merangkul Seluruh Elemen Seni Bela Diri
Memori Permainan Tradisional yang Kian Tergantikan Layar Kaca
Minyak Zaitun Extra Virgin (EVOO) Disebut Baik untuk Jantung, Otak dan Usus, Ini Alasannya
Kami Ada Untuk Anda, Terima Jasa Kontruksi, Harga Bersahabat Dan Dijamin Berkualitas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:50 WIB

Benarkah Apel Harus Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Tepat

Sabtu, 12 September 2026 - 00:29 WIB

Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Digital Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Ditolak, Dipecat, Diremehkan? Inilah Saatnya Bangkit dan Membuktikan Mereka Salah

Rabu, 9 September 2026 - 01:04 WIB

Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan dan Masa Depan Generasi Mendatang

Rabu, 9 September 2026 - 00:47 WIB

Abad Kedua NU dan Tantangan Mewujudkan Tajdid Peradaban

Berita Terbaru

Lifestyle

Benarkah Apel Harus Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Tepat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com