Suarapanturanews.com — Dari sawah orang tua, saya belajar bahwa pertanian bukan hanya tentang menghasilkan pangan. Pertanian juga tentang bagaimana kita menjaga, mengembangkan, dan memberikan nilai lebih dari apa yang sudah dimiliki.
Ketika Pendidikan Mengubah Cara Saya Melihat Sawah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut saya, di sinilah pendidikan memiliki peran. Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai atau menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga tentang bagaimana kita melihat masalah dan menemukan peluang dari lingkungan sekitar.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Ekonomi, saya mulai memahami bahwa sebuah produk dapat memiliki nilai yang lebih tinggi jika dikembangkan dengan baik. Gabah misalnya, tidak harus selalu menjadi akhir dari proses. Gabah dapat diolah menjadi beras, dikemas dengan menarik, diberi merek, kemudian dipasarkan kepada masyarakat.
Dari hal sederhana tersebut, saya melihat adanya peluang edupreneurship. Ilmu yang kita dapatkan melalui pendidikan dapat digunakan untuk menciptakan ide usaha yang berasal dari potensi di sekitar kita.
Saya memang bukan mahasiswa pertanian. Saya juga tidak lebih memahami cara menanam padi dibandingkan orang tua saya. Tetapi saya bisa belajar bagaimana menghitung biaya, melihat kebutuhan pasar, mengembangkan produk, melakukan pemasaran dan mengelola sebuah usaha.
Anak Muda Bisa Mengembangkan Potensi Desa
Menurut saya, anak muda tidak harus selalu meninggalkan desa untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Justru dengan pendidikan dan kreativitas, potensi yang ada di desa dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Tidak semua anak muda harus menjadi petani. Ada yang bisa berperan dalam pemasaran, teknologi, desain kemasan, pengelolaan keuangan, hingga membangun usaha bersama para petani.
Misalnya, hasil pertanian dari desa dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki identitas sendiri. Petani tetap menjalankan keahliannya di sawah, sementara generasi muda dapat membantu mengembangkan sisi bisnisnya.
Dengan cara seperti ini, pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan bersama. Apa yang dipelajari di kampus tidak hanya berhenti sebagai teori, tetapi dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Dari Sawah untuk Masa Depan Nusantara
Bagi saya, edupreneurship tidak selalu harus dimulai dari ide yang rumit. Kadang, ide tersebut justru muncul dari sesuatu yang setiap hari kita lihat.
Saya melihat sawah orang tua, kemudian mulai berpikir bahwa di balik hasil panen terdapat potensi ekonomi yang masih dapat dikembangkan. Dari sana saya belajar bahwa pendidikan dapat mengubah cara seseorang melihat lingkungan di sekitarnya.
Saya percaya, masa depan Nusantara tidak selalu harus dimulai dari kota besar atau usaha yang besar. Bisa saja dimulai dari desa, dari sawah, dari hasil kerja keras petani, dan dari anak muda yang mau belajar mengembangkan potensi daerahnya.
Bagi saya, sawah orang tua bukan hanya tempat mencari penghasilan. Sawah tersebut juga menjadi tempat saya belajar bahwa pendidikan dapat melahirkan gagasan, dan gagasan dapat menjadi peluang untuk menciptakan sesuatu yang lebih bernilai.
Mungkin saya belum bisa mengubah sawah itu menjadi sebuah usaha besar hari ini. Tetapi setidaknya, pendidikan telah membuat saya mampu melihat bahwa ada potensi di sana.
Dan mungkin, dari potensi kecil itulah masa depan Nusantara bisa dimulai.












