Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Menjaga hidrasi tubuh sangat penting untuk mendukung kesehatan ginjal. Organ ini berperan menyaring darah serta membuang limbah dan kelebihan cairan melalui urine.

Dalam siaran Health pada Kamis (24/9) waktu setempat, dijelaskan bahwa konsumsi air yang cukup diperlukan agar ginjal dapat bekerja dengan baik dalam menyaring dan membuang limbah dari tubuh.

Minum air dapat membantu mengencerkan urine dan mendukung fungsi ginjal. Selain itu, air membantu menjaga hidrasi tanpa meningkatkan kadar gula darah, berbeda dengan minuman manis yang dikaitkan dengan faktor risiko penyakit ginjal kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain air putih, ada sejumlah minuman yang dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga hidrasi tubuh sekaligus mendukung kesehatan ginjal, terutama jika dikonsumsi pada pagi hari.

Baca juga: Waktu Terbaik Minum Teh Hijau untuk Meningkatkan Fokus

Berikut enam jenis minuman yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan ginjal.

1. Kopi

Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi kopi dan kafein dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah.

Meski konsumsi kafein dalam jumlah sedang umumnya dianggap aman bagi sebagian besar orang dewasa, asupan berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah di ginjal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat.

2. Teh Hijau

Teh hijau tanpa pemanis merupakan pilihan minuman yang dapat mendukung kesehatan jantung dan ginjal.

Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, teh hijau mengandung senyawa tumbuhan bermanfaat yang disebut polifenol.

Salah satu kelompok senyawa tersebut adalah katekin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini dapat membantu mendukung kesehatan pembuluh darah sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi jantung dan ginjal.

Teh hijau mengandung sekitar 29 miligram kafein per cangkir, jauh lebih rendah dibandingkan kopi. Karena itu, teh hijau dapat menjadi pilihan minuman pagi bagi orang yang lebih sensitif terhadap kafein.

3. Teh Hitam

Teh hitam juga dapat menjadi pilihan minuman untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Minuman ini mengandung flavonoid, yaitu senyawa tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan dan dikaitkan dengan kesehatan jantung serta ginjal.

Satu cangkir teh hitam mengandung sekitar 47 miligram kafein.

Sebuah studi pada 2023 menemukan bahwa konsumsi teh dikaitkan dengan risiko cedera ginjal akut yang lebih rendah. Manfaat terbesar dalam penelitian tersebut terlihat pada konsumsi sekitar 3,5 cangkir teh per hari.

Namun, penelitian itu bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa konsumsi teh secara langsung menyebabkan penurunan risiko tersebut.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Kondisi ini dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah yang berperan penting dalam fungsi ginjal.

4. Smoothie Tanpa Pemanis

Smoothie tanpa tambahan gula dapat membantu mendukung kesehatan ginjal secara tidak langsung dengan menyediakan asupan serat dari buah-buahan, sayuran, dan bahan makanan lainnya.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat dikaitkan dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah.

Bahan makanan kaya serat, seperti buah beri, alpukat, kurma, biji chia, dan biji rami, juga dapat membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap sehat.

Untuk memperoleh manfaat tersebut, smoothie sebaiknya dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Hindari penggunaan gula tambahan secara berlebihan, termasuk pada smoothie kemasan yang dijual di pasaran.

5. Susu Kedelai Tanpa Pemanis

Susu kedelai tanpa pemanis mengandung protein nabati yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Rasa kenyang tersebut dapat membantu mengelola berat badan, yang merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

Secara umum, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan protein nabati yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen.

Susu kedelai juga mengandung isoflavon, yaitu senyawa tumbuhan yang berpotensi mendukung kesehatan jantung.

Namun, penderita penyakit ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menambahkan susu kedelai ke dalam pola makan sehari-hari.

Hal ini karena susu kedelai mengandung kalium dan fosfor yang perlu diperhatikan oleh orang dengan gangguan fungsi ginjal, terutama jika kadar kedua mineral tersebut harus dibatasi.

6. Kefir

Kefir merupakan minuman fermentasi berbahan dasar susu yang memiliki tekstur menyerupai yoghurt. Minuman ini mengandung protein, kalsium, dan bakteri baik yang dikenal sebagai probiotik.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman fermentasi, termasuk kefir, dapat membantu mendukung kesehatan mikrobioma usus.

Mikrobioma usus merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam berbagai proses tubuh.

Kesehatan usus yang terjaga dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sementara itu, kopi, teh hijau, teh hitam, smoothie tanpa pemanis, susu kedelai tanpa pemanis, dan kefir dapat menjadi variasi minuman yang mendukung pola hidup sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga
Universitas Bhayangka Jakarta Raya melalui UKM Kapal Baja bersama delegate Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Barat menjaring atlet di Usia Dini
Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang
Korban Laka Lantas Diduga Lamban Ditangani di RS Hermina Cilegon, Ketum GWI Soroti Respons Pelayanan IGD
Camat Sukadiri Dan Kepala Desa Kosambi Silaturahmi Serta Mendoakan Putra Kedua Dari Nuryadi Yang Akan Melaksanakan Khitanan
Musim Kemarau, Dokter Ingatkan Bahaya Dehidrasi: Jangan Tunggu Haus Baru Minum
Benarkah Apel Harus Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Tepat
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Digital Siswa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:31 WIB

Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Jumat, 25 September 2026 - 20:25 WIB

Jangan Merokok di Rumah! Asap Rokok Bisa Picu Pneumonia pada Anak dan Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 19:48 WIB

Universitas Bhayangka Jakarta Raya melalui UKM Kapal Baja bersama delegate Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Barat menjaring atlet di Usia Dini

Jumat, 25 September 2026 - 09:36 WIB

Hati-Hati, Penyakit Pernapasan yang Mulai Menyerang

Kamis, 24 September 2026 - 08:56 WIB

Korban Laka Lantas Diduga Lamban Ditangani di RS Hermina Cilegon, Ketum GWI Soroti Respons Pelayanan IGD

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com