BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (1/7) pagi kebakaran masih berlangsung dan berpotensi meluas.

Merespons kondisi tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menginstruksikan jajarannya untuk segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat upaya pemadaman.

“Upayakan segera dipadamkan,” ujar Suharyanto.

Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Kepala BNPB menginstruksikan pengerahan helikopter water bombing guna mendukung operasi pemadaman dari udara.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Suharyanto.

Menindaklanjuti arahan tersebut, helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu (1/7). Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api.

Sementara itu, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.

Dampak kebakaran juga mulai dirasakan masyarakat sekitar. Sebanyak 15 jiwa atau lima kepala keluarga mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat terdampak asap kebakaran.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, tim kesehatan telah disiagakan guna memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga telah dibagikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.

Meskipun lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hingga saat ini operasional penerbangan masih berjalan normal dan belum terdampak.

BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan, tidak meluas, serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis lainnya.

Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Tangerang Pertahankan Tradisi Juara, Raih Gelar Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten Lima Kali Berturut-turut
Kekosongan BPD dan Kepala Dusun Berlarut, Masyarakat Desa Sukadame Pertanyakan Efektivitas Pelayanan Pemerintahan Desa
Terkait Berita Pekerjaan Paving Block RT. 04/RW.06, Kata Camat Sepatan Timur: Terimakasih Atas Informasinya Akan Saya Perintahkan Pengawas Cek Lapangan
Kades Buaran Mangga Jenguk Warga yang Sakit, Wujud Kepedulian Pemimpin kepada Masyarakat
Paseba Sorot Gubernur Banten Soal Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD
Warga Jayanti Keluhkan Penanganan Sampah, Minta DLHK Kabupaten Tangerang Jelaskan Dugaan Penggunaan Armada untuk Pengangkutan Sampah Perusahaan
Karang Taruna Kecamatan Jayanti Periode 2026-2031 Resmi Dilantik dan Siap Wujudkan Masyarakat Sejahtera
Sambut Musim Tanam, Pemerintah Desa Buaran Mangga Bersama Para Petani Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:28

Kabupaten Tangerang Pertahankan Tradisi Juara, Raih Gelar Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten Lima Kali Berturut-turut

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:40

Terkait Berita Pekerjaan Paving Block RT. 04/RW.06, Kata Camat Sepatan Timur: Terimakasih Atas Informasinya Akan Saya Perintahkan Pengawas Cek Lapangan

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:09

Kades Buaran Mangga Jenguk Warga yang Sakit, Wujud Kepedulian Pemimpin kepada Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 10:54

Paseba Sorot Gubernur Banten Soal Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD

Senin, 6 Juli 2026 - 10:26

Warga Jayanti Keluhkan Penanganan Sampah, Minta DLHK Kabupaten Tangerang Jelaskan Dugaan Penggunaan Armada untuk Pengangkutan Sampah Perusahaan

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com