Harga Cabai Rawit Tembus Rp91 Ribu per Kilogram, Kenapa Bisa Semahal Ini?

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Harga cabai rawit merah kembali naik dan kini menembus sekitar Rp91 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat harga cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang paling disorot hari ini. Harga sejumlah bahan pangan mengalami perubahan pada Kamis, 10 September 2026. Salah satu yang paling mencolok adalah cabai rawit merah yang harganya kembali naik.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata cabai rawit merah mencapai Rp91.000 per kilogram, naik sekitar 9,57 persen dari periode sebelumnya. Sementara data PIHPS yang dikutip ANTARA pada pukul 10.00 WIB mencatat angka Rp92.350 per kilogram.

Bukan Hanya Cabai Rawit Merah yang Naik

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis cabai lainnya.

Cabai merah keriting berada di sekitar Rp61.400 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp54.750 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harganya sekitar Rp64.300 per kilogram.

Artinya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis cabai. Kondisi ini tentu dapat terasa bagi masyarakat yang menggunakan cabai sebagai bahan masakan sehari-hari.

Kenapa Harga Cabai Bisa Naik?

Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya pasokan.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyebut luas tanam cabai rawit merah pada periode Februari-Juli 2026 turun sekitar 14 persen. Penurunan tersebut kemudian berdampak pada produksi dan pasokan pada periode berikutnya.

Pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati pada minggu kelima Agustus juga tercatat turun 10,4 persen, dari 144-ton menjadi 129 ton. Selain luas tanam, kondisi cuaca dan serangan hama juga dapat memengaruhi produksi cabai. Ketika hasil panen berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga di pasar cenderung ikut meningkat.

Dampaknya Bisa Terasa Sampai ke Harga Makanan

Kenaikan harga cabai bukan hanya berdampak pada orang yang membeli cabai untuk memasak di rumah.

Warung makan, pedagang makanan, hingga usaha kuliner juga menggunakan cabai sebagai salah satu bahan utama. Ketika harga bahan baku meningkat, pelaku usaha harus memilih antara mengurangi penggunaan bahan, menyesuaikan porsi, atau menaikkan harga jual.

Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai mungkin terlihat kecil jika hanya membeli beberapa ons. Namun, jika terjadi bersamaan dengan kenaikan bahan pangan lainnya, pengeluaran harian dapat ikut bertambah.

Harga Bahan Pangan Lain Juga Bergerak

Selain cabai, sejumlah komoditas pangan juga mengalami perubahan harga hari ini.

Harga telur ayam ras tercatat sekitar Rp29.850 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I mencapai sekitar Rp152.150 per kilogram. Harga beras medium I berada di sekitar Rp16.550 per kilogram.

Di sisi lain, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Harga bawang merah justru turun menjadi sekitar Rp37.850 per kilogram.

Perubahan harga tersebut menunjukkan bahwa harga pangan dapat bergerak berbeda-beda tergantung pada kondisi pasokan, produksi, dan permintaan.

Akankah Harga Cabai Kembali Turun?

Belum dapat dipastikan kapan harga cabai akan kembali ke tingkat sebelumnya. Kondisinya sangat bergantung pada produksi dan pasokan dari daerah penghasil.

Jika pasokan kembali meningkat, harga berpotensi mengalami penurunan. Sebaliknya, jika produksi masih terganggu, harga cabai bisa tetap berada pada level tinggi. Untuk masyarakat, memantau harga pangan sebelum berbelanja dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur pengeluaran. Ketika harga suatu bahan sedang tinggi, penggunaan bahan pengganti atau mengatur kembali menu harian bisa membantu menjaga anggaran rumah tangga.

Untuk sementara, cabai rawit masih menjadi salah satu bahan pangan yang paling “pedas” harganya hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AI Makin Dekat, Pengguna Media Sosial Indonesia Hadapi Tantangan Baru
Usai Disetujui DPR, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri Kamis Siang
Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja
Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?
PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN
Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak
PANGGUNG POLITIK DIANTARA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANGERANG “Sebuah Analisa”
Akibat Adu Banteng Di Jalan area Asthara Sky Front City, Satu Orang Meninggal, Minim Penerangan Dan Tanpa Rambu
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

AI Makin Dekat, Pengguna Media Sosial Indonesia Hadapi Tantangan Baru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Usai Disetujui DPR, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri Kamis Siang

Sabtu, 26 September 2026 - 17:31 WIB

Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja

Kamis, 24 September 2026 - 20:38 WIB

Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN

Berita Terbaru

Kuliner

Klepon: Si Hijau yang Menyimpan Manisnya Kenangan Masa Lalu

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:21 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com