Suarapanturanews.com — Mauk, Merebaknya isu kemunculan sosok “pocong” di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Tangerang mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Ketua MCS (Media Center Sukadiri) mendatangi Polsek Mauk untuk melakukan koordinasi sekaligus meminta klarifikasi terkait informasi yang berkembang di masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak MCS menerima sejumlah laporan dan keluhan warga terkait dugaan kemunculan sosok misterius yang disebut-sebut meresahkan masyarakat, terutama pada malam hari.
Dalam koordinasi tersebut, Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, melalui personelnya menegaskan bahwa hingga saat ini isu tersebut masih simpang siur dan belum ditemukan fakta maupun pelaku yang benar-benar terbukti.
“Menurut Aipda A. Faridi, Kapolsek Mauk telah menginstruksikan kepada kami untuk meningkatkan patroli wilayah serta melakukan pemantauan di titik-titik yang dianggap rawan, guna mengantisipasi keresahan masyarakat terkait isu pocong yang saat ini ramai diperbincangkan,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Aparat khawatir informasi yang tidak terverifikasi justru memicu kepanikan hingga potensi tindakan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa laporan masyarakat muncul di beberapa wilayah seperti Sukadiri, Gintung, Beji, Pekayon. Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ketua MCS menyampaikan bahwa kedatangannya ke Polsek Mauk merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi sosial di masyarakat sekaligus untuk memastikan informasi yang beredar tidak berkembang menjadi hoaks yang merugikan warga.
Ia juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama melalui ronda malam dan komunikasi antarwarga, namun tetap mengedepankan sikap tenang, rasional, serta tidak mudah terprovokasi.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada, tetapi jangan
sampai terpancing isu yang belum jelas faktanya. Jika ada kejadian mencurigakan, sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat,” tutupnya.




















