Keterikatan dan cinta adalah dua hal yang sering disalahartikan. Padahal keduanya berbeda

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Keterikatan lahir dari rasa takut kehilangan. Ia tumbuh menjadi keinginan untuk menguasai, mengontrol, mencurigai, bahkan memanipulasi. Sementara cinta yang sehat justru memberi ruang; ruang untuk berubah, bertumbuh, dan tetap menjadi diri sendiri.

Aku mengetahui perbedaan itu bukan karena membaca banyak buku, melainkan karena pernah tersesat di dalamnya.

Dulu, aku dan istriku sering bertengkar. Bukan karena kami tidak saling mencintai, tetapi karena kami saling melukai dengan luka yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum kami bersama. Setiap perdebatan kecil berubah menjadi ajang saling menyalahkan. Ego berbicara lebih keras daripada kasih sayang.

Yang paling menyakitkan, aku terlalu sering berbohong atas nama cinta. Kupikir beberapa kebohongan akan menjaga hubungan tetap utuh. Ternyata, kebohongan sekecil apa pun bukanlah bukti cinta, melainkan retakan yang perlahan menggerogoti kepercayaan. Cinta tidak membutuhkan kepalsuan untuk bertahan. Yang dibutuhkan cinta adalah keberanian untuk jujur, meski kejujuran itu menyakitkan.

Aku kemudian menyadari, hubungan yang sehat bukanlah dua orang yang saling memiliki, melainkan dua pribadi yang saling memilih setiap hari. Seperti dua aliran sungai yang mengalir berdampingan menuju lautan yang sama, tanpa harus memaksa satu sama lain mengubah arah.

Pertengkaran pun tidak selalu menjadi tanda bahwa cinta telah berakhir. Sering kali, pertengkaran hanyalah bahasa dari dua hati yang sama-sama terluka dan sama-sama ingin dimengerti. Masalahnya, kita lebih sibuk menyiapkan pembelaan daripada berusaha memahami.

Kini aku percaya, fondasi sebuah hubungan bukanlah seberapa besar kita mencintai pasangan, tetapi seberapa dewasa kita mengenal dan memperbaiki diri sendiri. Sebab seseorang yang berdamai dengan dirinya tidak akan mencintai dengan rasa takut. Ia mencintai dengan kepercayaan.

Jika hari ini aku bisa memberi satu pelajaran dari perjalanan hidupku, maka itu adalah ini:

Jangan jadikan cinta sebagai alasan untuk berbohong, mengontrol, atau mengekang. Karena ketika cinta kehilangan kejujuran dan kebebasan, yang tersisa hanyalah keterikatan yang perlahan mematikan hubungan.

Cinta sejati tidak pernah mengurung. Ia membebaskan, menguatkan, dan membuat kita pulang menjadi diri sendiri.

Penulis : Setiawan Rois

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Gapura Gerbang Perumahan Permata Balaraja Jadi Sorotana
Kabupaten Tangerang Pertahankan Tradisi Juara, Raih Gelar Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten Lima Kali Berturut-turut
Jangan Tertipu oleh Apa yang Tampak
Aku tak keberatan berapa lama pun
Biarlah Aku Menjadi Tokoh Jahat dalam Ceritamu
Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Waktu Terbaik Minum Air Kelapa untuk Tubuh
Ketua JBB Kasman, Sampaikan Ucapan Happy Wedding untuk Saeful Bahri dan Siti Munasaroh
Api Padam, Saatnya Benahi Kawasan TPA Jatiwaringin Secara Menyeluruh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:27

Pembangunan Gapura Gerbang Perumahan Permata Balaraja Jadi Sorotana

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:28

Kabupaten Tangerang Pertahankan Tradisi Juara, Raih Gelar Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten Lima Kali Berturut-turut

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:36

Jangan Tertipu oleh Apa yang Tampak

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:34

Aku tak keberatan berapa lama pun

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:32

Biarlah Aku Menjadi Tokoh Jahat dalam Ceritamu

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com