Munas VI PERSINAS ASAD Teguhkan Persatuan dan Prestasi Silat Nasional

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Jakarta, Di antara semangat persaudaraan dan gema nilai-nilai kependekaran, Pengurus Besar Perguruan Silat Nasional ASAD (PB PERSINAS ASAD) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI Tahun 2026, Kamis (8/1/2026), di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta.

Momentum ini tak hanya menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi, tetapi juga penanda babak baru perjalanan PERSINAS ASAD setelah 30 tahun bernaung dan bertumbuh bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Munas VI kian bermakna dengan diresmikannya Kantor PB PERSINAS ASAD yang berdampingan langsung dengan Padepokan PERSINAS ASAD di lokasi yang sama. Kehadiran kantor ini menjadi simbol kemandirian, kesiapan organisasi, serta keseriusan PERSINAS ASAD dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur,” Munas VI menegaskan arah perjuangan PERSINAS ASAD: mencetak pesilat unggul yang tak hanya kuat di gelanggang, tetapi juga kokoh dalam akhlak, menjunjung nilai budaya bangsa, dan menjadikan olahraga sebagai jalan pengabdian.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Brigjen TNI (Purn) H. Agus Susarso, dalam sambutannya menekankan bahwa Munas VI merupakan titik refleksi sekaligus proyeksi masa depan organisasi. Tiga dekade kebersamaan di bawah IPSI, menurutnya, telah menempa karakter warga PERSINAS ASAD menjadi pribadi-pribadi yang kesatria, berjiwa pendekar, dan mencintai warisan budaya bangsa.

“Nilai-nilai luhur itu dibangun melalui proses panjang yang menuntut kesabaran dan ketulusan. Alhamdulillah, hasilnya kini dapat dirasakan. Karakter pesilat PERSINAS ASAD diterima dan dihargai di berbagai peran dan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama dan bernilai ibadah,” ungkap Agus Susarso.

Ia juga memaparkan perkembangan signifikan organisasi. Dari awalnya hadir di 24 provinsi, kini PERSINAS ASAD telah berkembang di 37 provinsi di Indonesia. Dua wilayah lainnya Papua Barat dan Papua Pegunungan masih dalam tahap persiapan pembinaan, seiring penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Dalam pandangannya, tantangan pencak silat ke depan bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pengelolaan potensi besar perguruan-perguruan lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Nusantara.

(“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing. Jika dihimpun dan dikelola secara profesional, mereka bisa menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik yang tidak perlu,” ujarnya.

Sebagai wujud komitmen tersebut, PB PERSINAS ASAD membuka Padepokan PERSINAS ASAD di Pondok Gede sebagai “rumah besar para pendekar.” Padepokan ini tidak hanya diperuntukkan bagi internal PERSINAS ASAD, tetapi juga terbuka sebagai ruang kolaborasi, latihan bersama, musyawarah, hingga pusat diskusi dan penyelesaian persoalan pencak silat nasional.

“Padepokan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, sekaligus kantor bersama bagi pengurus perguruan silat. Di sinilah persoalan dibicarakan dan solusi dirumuskan secara kekeluargaan,” tegas Agus.

Semangat persatuan itu mendapat apresiasi tinggi kdari PB IPSI. Ketua Umum PB IPSI, Benny G. Sumarsono, menilai Munas VI PERSINAS ASAD sebagai cerminan kuatnya ikatan persaudaraan dalam satu keluarga besar pencak silat Indonesia.

“Kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai adalah fondasi utama kemajuan pencak silat. Padepokan PERSINAS ASAD yang megah, indah, dan penuh ketenteraman ini bahkan bisa menjadi contoh, tidak hanya bagi perguruan lain, tetapi juga bagi IPSI sendiri,” ujarnya.

Menurut Benny, capaian PERSINAS ASAD tidak lepas dari kepemimpinan dan soliditas seluruh jajaran pengurus. Selain kuat dalam persatuan, PERSINAS ASAD juga konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar PERSINAS ASAD. Harapan saya, ke depan PERSINAS ASAD tidak hanya berkembang di Indonesia atau negara-negara Islam, tetapi hadir dan berkiprah di seluruh dunia Asia, Eropa, dan kawasan lainnya,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Khairil Adha, yang mewakili Menpora Erick Thohir, menyebut PERSINAS ASAD sebagai salah satu perguruan yang konsisten melahirkan pesilat nasional berprestasi. Ia optimistis dari rahim perguruan ini akan lahir juara-juara baru yang mengharumkan nama Indonesia di panggung bdunia, termasuk ajang Olimpiade.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bukti kekayaan budaya bangsa. Menjaga kesehatan dan kekuatan fisik melalui olahraga sejalan dengan nilai keimanan, karena mukmin yang kuat dan sehat lebih dicintai Allah SWT,” ujarnya.

Melalui Munas VI ini, PERSINAS ASAD meneguhkan langkah untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas dan prestasi pesilat, serta memperluas peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang berdaya saing global. Dari padepokan di Pondok Gede, PERSINAS ASAD menatap masa depan dengan keyakinan: silat Indonesia akan terus hidup, bersatu, dan berjaya di kancah dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halalbihalal dan Ajang AMPG Lampung Awards 2026, Hanan A Rozak Beri Penghargaan Kepada Kader Muda
Tukar Rp1 Juta Jadi Rp800 Ribu: Ketua MCS Minta OJK dan BI Tertibkan Praktik Tukar Uang Pinggir Jalan di Tangerang
Dosen STISNU Bukber Bersama di Rumah Abah KH. Ali Zen
Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Hitung Mundur dan Prediksi Muhammadiyah, NU, Pemerintah
Hendarto Camat Cisauk Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Pemerintah Kecamatan Kemiri Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Camat Sukadiri Terima Audensi Pengaduan Masyarakat, Bahas Menata Respons Pelayan Publik Terhadap Aduan Masyarakat
Tradisi “Ngupat” atau Qunutan yang Rutin Digelar Setiap Hari Ke-15 Ramadhan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:16 WIB

Halalbihalal dan Ajang AMPG Lampung Awards 2026, Hanan A Rozak Beri Penghargaan Kepada Kader Muda

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:09 WIB

Tukar Rp1 Juta Jadi Rp800 Ribu: Ketua MCS Minta OJK dan BI Tertibkan Praktik Tukar Uang Pinggir Jalan di Tangerang

Senin, 16 Maret 2026 - 04:37 WIB

Dosen STISNU Bukber Bersama di Rumah Abah KH. Ali Zen

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:49 WIB

Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Hitung Mundur dan Prediksi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:18 WIB

Hendarto Camat Cisauk Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Berita Terbaru

Berita

Ratusan Personel Gabungan Amankan Pertandingan Liga 2

Sabtu, 28 Mar 2026 - 10:23 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com