Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Hitung Mundur dan Prediksi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — dul Fitri 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, bergantung pada hasil sidang isbat Kementerian Agama yang dijadwalkan Kamis, 19 Maret 2026.

Dihitung dari hari ini, Minggu 15 Maret 2026, Lebaran tinggal lima hingga enam hari lagi menurut berbagai prediksi yang beredar.

Kepastian tanggal Idul Fitri belum diumumkan pemerintah karena masih menunggu hasil pemantauan hilal dan keputusan resmi melalui forum sidang isbat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam metode KHGT, seluruh dunia dianggap satu kesatuan matlak sehingga awal bulan baru dimulai serentak tanpa mempertimbangkan batas wilayah pengamatan.

Ijtimak menjelang Syawal 1447 H dihitung terjadi pada 19 Maret 2026, dan berdasarkan kriteria KHGT, 1 Syawal ditetapkan jatuh pada keesokan harinya, 20 Maret 2026.

Dengan kepastian ini, warga Muhammadiyah dapat mempersiapkan shalat Id dan rangkaian perayaan Lebaran jauh sebelum akhir Ramadan tiba.

Pemerintah dan NU Tunggu Sidang Isbat 19 Maret

Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi melalui mekanisme terbuka kepada publik.

Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag memperkirakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, meski masih bersifat prediksi.

Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah PBNU juga memprediksi Idul Fitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan hasil perhitungan ilmu falak khas NU.

LF PBNU mencatat ijtimak diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 08.25 WIB, dengan tinggi hilal mar’i di Jakarta sekitar 1 derajat 43 menit 54 detik dan elongasi 5 derajat 44 menit.

Angka ketinggian hilal tersebut belum memenuhi kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar hilal dinyatakan terlihat.

BRIN Prediksi Lebaran Jatuh 21 Maret 2026

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan analisis posisi hilal secara astronomis.

Prediksi BRIN ini selaras dengan perkiraan pemerintah karena posisi hilal pada sore 19 Maret diprediksi kuat belum memenuhi syarat kriteria baru MABIMS.

Jika hilal gagal terlihat saat rukyat, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari melalui mekanisme istikmal, sehingga 1 Syawal baru dimulai pada 21 Maret.

Potensi Lebaran Beda dan Libur Panjang 2026

Perbedaan tanggal Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah bukan hal baru, karena keduanya menggunakan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah bertumpu pada hisab global tanpa menunggu rukyat, sementara pemerintah dan NU menggabungkan hisab dengan pengamatan langsung hilal di ratusan titik di Indonesia.

SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional 2026 menetapkan cuti bersama Idul Fitri dimulai 20 Maret, berbarengan dengan libur nasional Nyepi yang juga jatuh pada 19 Maret.

Integrasi libur Nyepi dan Lebaran ini berpotensi menciptakan periode libur beruntun sekitar tujuh hari, menjadikannya salah satu golden holiday terpanjang tahun 2026.

Meski prediksi astronomi sudah banyak beredar, keputusan final Idul Fitri 2026 tetap berada di tangan pemerintah dan akan diumumkan seusai sidang isbat 19 Maret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja
Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Universitas Bhayangka Jakarta Raya melalui UKM Kapal Baja bersama delegate Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Barat menjaring atlet di Usia Dini
Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?
PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN
Camat Sukadiri Dan Kepala Desa Kosambi Silaturahmi Serta Mendoakan Putra Kedua Dari Nuryadi Yang Akan Melaksanakan Khitanan
Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak
PANGGUNG POLITIK DIANTARA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANGERANG “Sebuah Analisa”
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:31 WIB

Polsek Petir Gerak Cepat Tangani Temuan Mayat di Samping KUA Tunjung Teja

Jumat, 25 September 2026 - 20:31 WIB

Selain Air Putih, 6 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Kamis, 24 September 2026 - 20:38 WIB

Ada Apa Staf Khusus Presiden Panggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center ?

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PEMBAKARAN ALUMINIUM FOIL DI DESA GINTUNG DISOROT, DLHK KABUPATEN TANGERANG DIPERTANYAKAN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:32 WIB

Camat Sukadiri Dan Kepala Desa Kosambi Silaturahmi Serta Mendoakan Putra Kedua Dari Nuryadi Yang Akan Melaksanakan Khitanan

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com