Wanita yang Mencintaiku Tidak Memiliki Masa Laluku

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Wanita yang mencintaiku tidak memiliki masa laluku.

Dan mungkin itu sebabnya ia mampu mencintaiku dengan cara yang begitu lembut.

Ia tidak mengenalku sebagai kumpulan kegagalan. Ia tidak mengenalku sebagai orang yang pernah salah arah. Ia tidak mengenalku sebagai seseorang yang berkali-kali kalah oleh keadaan. Ia mengenalku sebagai aku yang berdiri hari ini; seorang manusia yang masih memiliki keberanian untuk berharap meskipun pernah berkali-kali kecewa.

Padahal aku tahu, ada begitu banyak bagian dari diriku yang lahir dari luka.

Ada senyum yang dibangun di atas kesedihan yang panjang.

Ada ketenangan yang tumbuh dari badai yang pernah mengamuk.

Ada kebijaksanaan yang lahir dari penyesalan.

Dan ada cinta yang tumbuh dari kehilangan.

Namun wanita yang mencintaiku tidak pernah meminta penjelasan tentang semua itu.

Ia tidak sibuk menggali kuburan masa lalu untuk memastikan apakah aku pantas dicintai. Ia tidak menginterogasi bekas luka yang masih tersisa di jiwaku. Ia hanya datang dengan ketulusan yang sederhana, lalu mengajarkanku bahwa tidak semua orang memandang manusia dari kesalahan-kesalahannya.

Melalui matanya, aku belajar sesuatu yang selama ini sulit kupahami:

Bahwa manusia tidak harus selamanya tinggal di dalam cerita lamanya.

Bahwa seseorang boleh pernah jatuh tanpa harus selamanya disebut pecundang.

Bahwa seseorang boleh pernah tersesat tanpa harus kehilangan hak untuk menemukan jalan pulang.

Dan bahwa cinta yang sejati bukanlah cinta yang menuntut kesempurnaan, melainkan cinta yang mampu melihat harapan di balik segala kekurangan.

Karena itu, setiap kali ia memandangku, aku merasa seperti dilahirkan kembali.

Bukan sebagai lelaki yang pernah gagal.

Bukan sebagai manusia yang pernah melakukan kesalahan.

Bukan sebagai seseorang yang masih membawa bekas-bekas luka.

Tetapi sebagai jiwa yang masih layak dicintai.

Sebagai manusia yang masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Sebagai seseorang yang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keberaniannya untuk terus melangkah.

Dan di situlah aku memahami makna cinta yang paling sunyi sekaligus paling agung:

Bahwa ada seseorang yang memilih melihat diriku sebagaimana Tuhan melihat harapan yang masih tumbuh di dalam dada ini, bukan sebagaimana dunia mengingat segala yang pernah salah.

Maka jika suatu hari seseorang bertanya mengapa aku begitu menghargai wanita yang mencintaiku, jawabannya sederhana.

Karena ia tidak pernah berusaha tinggal di masa laluku.

Ia memilih tinggal di masa depanku.

Dan bagi seseorang yang pernah berjalan sendirian melewati begitu banyak kegelapan, tidak ada anugerah yang lebih mengharukan daripada menemukan seseorang yang percaya bahwa dirinya masih pantas menuju cahaya.

Penulis : Ijum Setiawan, SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam
KABB Pertanyakan Legalitas Pengelolaan Umah Kopi Gunung Karang, Desak Pemprov Banten Buka Dokumen Pengelolaan Aset
Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81
Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Satu Tahun Berkarya Bersama Menginspirasi dan Berbagi, Media Center Sukadiri Rayakan Anniversary Ke – 1 Santuni Yatim Piatu
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:05

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:50

Nurhasim SE Ketua KOK Sukadiri Mengucapkan Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 81

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13

Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:02

SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:58

Miliki Kantor Sekretariat Baru, BPPKB HDS DPAC Pagelaran Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com