Suarapanturanews.com — Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun selama cinta masih hidup di dalam hati. Sebab cinta memiliki cara sendiri untuk mengalahkan waktu. Ia membuat hari yang panjang terasa singkat, jarak yang jauh terasa dekat, dan penantian menjelma menjadi wujud paling sunyi dari sebuah kesetiaan.
Namun, yang sesungguhnya menyakitkan bukanlah menunggu. Yang paling menyakitkan adalah ketika cinta telah diam-diam berakhir, sementara penantian masih bertahan, berharap pada sesuatu yang tak lagi memiliki arah pulang.
Pada akhirnya, bukan waktu yang melelahkan, melainkan harapan yang terus hidup sendirian. Sebab menunggu hanya indah jika di ujungnya masih ada hati yang saling menjaga. Ketika cinta telah pergi, penantian tak lagi bernama kesetiaan, melainkan pelajaran tentang kapan seseorang harus belajar melepaskan.













